MamujuSulbar

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Oleh Oknum Polisi, Sakti Pertanyakan Rekrutmen Polri di Sulbar

619
×

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Oleh Oknum Polisi, Sakti Pertanyakan Rekrutmen Polri di Sulbar

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id— Kasus Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian kepada kader Himpunan Mahasiswa islam (HMI) dan kader pergerakan mahasiswa islam (PMII) Cabang Mamuju.

Hal tersebut terkait kasus pengeroyokan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa di Mamuju, pada 1 Januari 2025 lalu.

Ketua PMII cabang Mamuju Refli Sakti Sanjaya Mengatakan, Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap mahasiswa dari organisasi PMII dan HMI di Mamuju adalah bukti bahwa Karo SDM Polda Sulbar gagal dalam memastikan pendidikan moral dan tes psikologi saat rekrutmen bintara.

“Kami menduga kuat bahwa banyak diantara oknum kepolisian yang terlibat aksi premanisme itu tidak lulus dalam tes psikologi dan tidak mendapatkan pendidikan moral dengan baik,” Kata Sakti Jumat (3/1/2025).

Saktik meminta, Kapolda Sulbar harus berani tegas, “kalau bisa penjabat Karo SDM Polda Sulbar diganti saja kepada sosok yang lebih tegas dan komitmen dalam memastikan pendidikan moral dan tes psikologi bahwa betul-betul berlangsung secara ketat dalam setiap rekrutmen bintara, demi menghindari aksi premanisme yang berkelanjutan dari tubuh Polri,” tegasnya

Ketau PMII Mamuju mendesak KAPOLRI untuk megevaluasi jajaran Polda Sulbar dan secara khusus mengevaluasi Sekolah Polisi Negara (SPN) di Mekatta supaya kedepannya tidak ada lagi korban-korban lain yang berjatuhan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *