Mamuju, RelasiPublik.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tengah gencar melakukan proses peninjauan dan pengembangan kurikulum pendidikan di tingkat daerah.
Fokus utama saat ini adalah merancang kurikulum muatan lokal yang berbasis pada kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Sulawesi Barat. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Barat, Dr. H. Mithhar, S.Pd., M.Pd.
Dalam keterangannya, Dr. Mithhar menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi SDA yang melimpah di Sulawesi Barat melalui jalur pendidikan.
“Kurikulum yang sedang kita proses ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengekspos sumber daya alam kita. Dengan demikian, kita berharap SDA ini dapat diberdayakan secara maksimal,” ujarnya.
Mitthhar juga menambahkan bahwa sinergi yang baik diperlukan untuk memastikan pemberdayaan SDA yang efektif, terutama jika suatu daerah tidak memiliki kualitas SDA yang memadai.
Selanjutnya Klik Link: https://relasipublik.id/2025/04/21/wujudkan-visi-misi-sdk-jsm-disdikbud-sulbar-melaksanakan-rembuk-pendidikan-dan-kebudayaan/
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Syaifuddin, S.Pd., M.Ap., menjelaskan bahwa secara umum, kurikulum yang digunakan saat ini masih mengacu pada tahun-tahun sebelumnya.
“Tidak ada perubahan signifikan dalam kurikulum secara keseluruhan. Hanya saja, ada potensi penambahan,” ungkap Syaifuddin.
Dengan adanya fokus pada kurikulum muatan lokal berbasis SDA, Dinas Pendidikan Sulawesi Barat menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan potensi daerah ke dalam sistem pendidikan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa mengenai kekayaan alam yang dimiliki daerahnya, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan SDA secara berkelanjutan. Proses perancangan kurikulum ini masih terus berjalan dan diharapkan dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat.
(Adv/Hl)













