Mamuju, RelasiPublik.id — Kerajaan Mamuju sukses menggelar Silaturahmi Akbar I yang mempertemukan keluarga besar dan kerabat Kerajaan Maradika. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan serta memperkuat eksistensi dan peran Kerajaan Mamuju di wilayah jazirah Manakarra.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Rahmat Makkasau Pababari, yang menegaskan bahwa silaturahmi ini lebih dari sekadar pertemuan biasa.
“Silaturahmi ini adalah momen sakral untuk mengingat akar dan jati diri kita yang sama. Dengan bersatu, kita bisa menjadi kekuatan positif bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya, Sabtu (30/8).
Sementara itu, Drs. H. Ahmad Taufan, M.M., selaku tokoh penggagas acara, menyoroti pentingnya membangun kembali rasa kebersamaan di tengah masyarakat Manakarra yang mulai saling tidak mengenal.
“Siapa pun yang tinggal dan menetap di jazirah Manakarra, maka dia adalah orang Mamuju. Ini tanah yang dibangun oleh perjuangan leluhur kita, dan kita wajib menjaganya,” tegasnya.
Ia juga menitipkan pesan kepada para pemangku adat untuk mulai memikirkan warisan nilai dan etika yang mampu mempersatukan masyarakat serta memperkuat identitas Kerajaan Mamuju di tengah perbedaan.

Maradika Raja Mamuju, YM. Bau Akram Dai, dalam sambutannya mengajak seluruh keluarga kerajaan untuk menanggalkan sekat-sekat perbedaan dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan.
“Acara ini bertujuan memperkokoh persaudaraan dan mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan daerah kita,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah, pertunjukan seni tradisional, serta santap siang bersama. Suasana hangat dan penuh keakraban tercipta, memperlihatkan kuatnya nilai-nilai kekeluargaan di kalangan pewaris tahta dan kerabat kerajaan.
Silaturahmi Akbar I ini menjadi simbol nyata bahwa semangat persatuan dan jati diri Mamuju tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
(Hl)













