MAMUJU,RelasiPublik.id–Sejumlah orang tua siswa di SD Negeri 4 Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengungkapkan keluhan mereka terkait adanya pungutan biaya untuk perayaan Maulid Nabi di sekolah yang dinilai terlalu memberatkan.
Pungutan yang besarannya bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per siswa ini dianggap memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil hari ini.
Para orang tua menyoroti bahwa di saat pemerintah gencar menggalakkan penghematan dan efisiensi anggaran di setiap instansi, seharusnya pihak sekolah dapat mencontohnya dengan berupaya melaksanakan kegiatan, termasuk perayaan keagamaan, dalam keadaan sederhana dan tanpa membebankan biaya kepada wali murid.
”Keadaan ekonomi kami tidaklah sama, ada yang benar-benar sulit, apalagi pungutan ini nilainya puluhan ribu untuk satu siswa. Kalau anaknya lebih dari satu, tentu makin berat,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
“Kami berharap pihak sekolah lebih mempertimbangkan keadaan ekonomi orang tua siswa yang tidak merata. Kegiatan keagamaan memang baik, tapi jangan sampai memberatkan,” tambahnya.
Kekhawatiran ini mengarah pada dugaan bahwa kebijakan pungutan tersebut datang dari pihak kepala sekolah yang dinilai terlalu ingin “tampil mewah” atau menyelenggarakan acara secara besar-besaran tanpa mengindahkan realitas keuangan sebagian besar keluarga siswa.
Harapan Teguran dari Dinas Pendidikan
Menyikapi hal ini, para orang tua secara kolektif berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju dapat segera turun tangan.
Mereka meminta dinas terkait untuk memberikan teguran keras kepada pihak sekolah yang bersangkutan, terutama kepada kepala sekolah yang dianggap membuat kebijakan pungutan tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua.
”Kami berharap Dinas Pendidikan Mamuju bisa menegur kepala sekolah. Harusnya mereka memprioritaskan yang sederhana saja. Gunakan anggaran yang ada dengan bijak, tidak perlu menuntut sumbangan yang sifatnya seperti pungutan wajib dan memberatkan kami,” tutupnya.
Sementara Kepala sekolah SD Negeri 4 Kabupaten Mamuju, Nur Ardianti, menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan Maulid, pihak sekolah selalu melaksanakan rapat bersama orang tua siswa untuk meberikan informasi ke orang tua siswa.
“Jadi seluruh dana yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut dibahas terlebih dahulu dalam rapat. Dana yang berasal dari orang tua siswa sepenuhnya kami fasilitasi, bukan kami yang menghendaki,” ujar Nur kepada media RelasiPublik.id.
Namun, karena adanya sejumlah orang tua siswa yang merasa keberatan, pihak sekolah memutuskan untuk membatalkan kegiatan tersebut.
“Insyaallah, besok kami akan mengembalikan dana orang tua yang sudah sempat membayar untuk kegiatan ini,” ungkapnya.
(Hl)













