MamujuSulbar

Proyek Revitalisasi SMK 1 Mamuju Diduga Jadi “Lumbung Korupsi,” Kualitas Bangunan Dipertanyakan

438
×

Proyek Revitalisasi SMK 1 Mamuju Diduga Jadi “Lumbung Korupsi,” Kualitas Bangunan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

MAMUJU, RelasiPublik.id – Proyek revitalisasi di SMK Negeri 1 Mamuju, yang seharusnya meningkatkan fasilitas pendidikan, kini menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan praktik korupsi dan pembangunan asal-asalan. Sejumlah pihak menduga proyek ini telah menjadi “lumbung korupsi” bagi oknum di lingkungan sekolah, dengan kerugian yang sangat mungkin berdampak pada keselamatan dan kualitas belajar siswa.

Kecurigaan ini menguat lantaran penggunaan material yang dinilai di bawah standar. Sumber di lapangan menyebutkan bahwa pemasangan kusen kayu dan pintu kayu yang digunakan jauh dari spesifikasi material bangunan yang layak, menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan dan keamanan jangka panjang.

Dugaan penyelewengan dana juga mengarah pada praktik pengurangan upah tenaga kerja. Kabar menyebutkan bahwa pihak sekolah diduga melakukan korupsi dengan menekan biaya tukang hingga menggunakan jasa pekerja dengan bayaran paling murah, yakni sekitar Rp 25 juta untuk keseluruhan proyek. Praktik ini dinilai sebagai cara untuk memperbesar mark-up anggaran, sehingga mengorbankan kualitas pengerjaan.

Menanggapi dugaan serius ini, Andika Putra, Ketua NGO Merdeka Manakarra, mendesak adanya investigasi menyeluruh dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.

​”Kami melihat ada indikasi kuat penyelewengan dalam proyek ini. Jika benar upah tukang ditekan habis-habisan dan materialnya di bawah standar, ini bukan hanya soal kerugian uang negara, tetapi juga mengancam masa depan siswa karena fasilitas yang tidak layak,” ujar Andika dengan tegas, Rabu (9/10).

Ia menekankan bahwa dana revitalisasi pasca-bencana gempa yang diterima Mamuju seharusnya digunakan secara maksimal dan transparan untuk memastikan fasilitas pendidikan dapat berdiri kokoh dan berkualitas, sesuai dengan arahan Presiden dan Wakil Presiden saat meninjau daerah ini.

​”Pihak sekolah dan kontraktor harus segera memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban. Aparat penegak hukum kami desak untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi DAK SMK yang sudah lama menjadi isu di Sulawesi Barat, termasuk yang terjadi di SMK 1 Mamuju ini. Jangan sampai gedung yang baru dibangun ini justru menjadi bukti kegagalan integritas,” tutupnya.

​Saat ini, kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) untuk SMK di Sulawesi Barat memang telah menjadi sorotan, dengan desakan dari berbagai elemen masyarakat agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar mengusut tuntas kasus tersebut. Dugaan yang terjadi di SMK 1 Mamuju ini memperkuat kekhawatiran bahwa dana pendidikan telah diselewengkan.

Hingga berita ini diturunkan pihak sekolah SMKN 1 Mamuju belum memberikan keterangan resmi terkait berita ini

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *