Uncategorized

Kesbangpol Sulbar Dorong Pembentukan Kampung REDAM untuk Cegah Konflik Sosial

130
×

Kesbangpol Sulbar Dorong Pembentukan Kampung REDAM untuk Cegah Konflik Sosial

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Mu Darwis Damir, menegaskan pentingnya upaya pencegahan konflik sosial berbasis masyarakat melalui pembentukan Kampung REDAM (Rekonsiliasi dan Perdamaian).

Hal tersebut disampaikan Darwis Damir saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Kampung REDAM yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Sulawesi Barat di salah satu hotel di Mamuju, Kamis 22 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Darwis menyampaikan bahwa penguatan pencegahan konflik sosial sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga yang menekankan pentingnya pengelolaan keragaman sosial secara inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, karakter masyarakat Sulawesi Barat yang plural—baik dari sisi etnis, agama, budaya, maupun kepentingan sosial-ekonomi merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui kebijakan dan program pencegahan konflik berbasis masyarakat.

“Dinamika pembangunan, isu pertanahan, pengelolaan sumber daya alam, politik lokal, hingga kesenjangan sosial berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak dilakukan upaya pencegahan secara dini dan terstruktur,” ujar Darwis Damir.

Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban untuk mencegah, menghentikan, serta memulihkan konflik sosial melalui pendekatan yang sistematis, terpadu, dan berkelanjutan. Salah satu bentuk konkret dari pendekatan tersebut adalah melalui pembentukan Kampung REDAM sebagai model lokal berbasis masyarakat.

Menurut Darwis Damir, Kampung REDAM dirancang untuk memperkuat rekonsiliasi, membangun perdamaian, serta meningkatkan ketahanan sosial masyarakat secara permanen. Model ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog, mediasi, dan penyelesaian masalah sebelum konflik berkembang menjadi kekerasan terbuka.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Darwis Damir juga menjelaskan bahwa konflik sosial merupakan perseteruan atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih dalam kurun waktu tertentu yang berdampak luas. Konflik semacam ini dapat menimbulkan ketidakamanan, disintegrasi sosial, mengganggu stabilitas nasional, serta menghambat pembangunan.

Untuk itu, Darwis Damir menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya, menetapkan desa atau kelurahan rawan konflik sebagai lokasi pembentukan Kampung REDAM guna memperkuat pencegahan konflik berbasis masyarakat.

Selain itu, ia merekomendasikan penerbitan Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah sebagai dasar hukum pembentukan, pelaksanaan, dan keberlanjutan Kampung REDAM. Ia juga mendorong pembentukan Forum Kampung REDAM yang melibatkan lintas unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga unsur keamanan.

“Forum ini menjadi wadah dialog dan rekonsiliasi agar setiap persoalan sosial dapat diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kearifan lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Darwis Damir menekankan pentingnya integrasi Kampung REDAM dengan Tim Terpadu serta Kader Pelopor Revolusi Mental dalam rangka deteksi dini, respons cepat, dan penanganan konflik sosial. Ia juga mendorong adanya penguatan kapasitas serta monitoring berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi.

“Dengan langkah ini, Kampung REDAM diharapkan dapat menjadi model percontohan penanganan konflik sosial yang efektif dan berkelanjutan di Sulawesi Barat,” tutup Darwis Damir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Polda Sulbar – Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan aman dan kondusif dalam momentum Hari Buruh Nasional, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menggelar Apel Siaga Kesiapan Pengamanan, Jumat (1/5/26) di Lapangan Tribrata Mapolda. Apel tersebut diikuti oleh ratusan personel yang tampak siap siaga lengkap dengan peralatan serta kendaraan operasional yang memadai. Kehadiran personel ini menjadi bukti keseriusan dan kesiapan penuh Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sulbar. Kegiatan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Achmad Imam Rifai, dan dipantau secara langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, serta dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Mapolda Sulbar. Dalam arahannya, Kombes Pol Achmad Imam Rifai menegaskan bahwa pengamanan ini dilaksanakan untuk mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. “Kita bersiaga karena adanya kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Buruh dan menyampaikan pendapat. Menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional mereka, maka kehadiran kita adalah untuk memberikan pelayanan agar penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib dan aman,” tutur Karo Ops. Lebih lanjut ia menyampaikan, sebagai aparat penegak hukum dan pengawal keamanan, personel harus mampu mengarahkan setiap kegiatan masyarakat ke arah yang positif, damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. “Kami hadir untuk mengawal dan mengarahkan. Jika pun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kesiapan personel dan peralatan hari ini adalah bentuk antisipasi terbaik kita dalam menjaga keamanan serta ketertiban umum,” tegasnya. Dengan digelarnya apel ini, Polda Sulbar memastikan seluruh elemen sudah siap diturunkan ke lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan di hari libur nasional ini. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas…

Hari Buruh Nasional, Kapolda Sulbar Apresiasi Peran Buruh sebagai Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Polda Sulbar – Peringatan Hari Buruh Nasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei menjadi momentum penting sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusi besar para buruh dan pekerja. Kepolisian Daerah Sulawesi Barat juga menegaskan bahwa elemen buruh merupakan salah satu pilar strategis dalam roda pembangunan nasional serta menjadi penggerak utama ekonomi bangsa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, melalui berbagai saluran resmi Polda Sulbar. Pihaknya turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi kepada para pekerja di seluruh wilayah hukum Polda Sulbar maupun nasional. “Peringatan Hari Buruh ini merupakan bukti nyata pengakuan bahwa buruh adalah elemen yang sangat strategis. Mereka memiliki peran vital tidak hanya dalam pembangunan nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi negara,” tutur Kapolda. Menurut Kapolda, kesejahteraan dan ketenangan para pekerja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari stabilitas negara. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat dihargai dan didukung penuh dalam kerangka hukum yang berlaku. Di tengah peringatan hari besar ini, Irjen Pol Adi Deriyan juga berharap momentum Hari Buruh dapat diisi dengan kegiatan yang positif, tertib dan damai. “Melalui momen yang istimewa ini, saya berharap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan baik, aman dan kondusif. Mari kita jaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan bersama,” tutup Kapolda. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Hari Buruh Nasional, Kapolda Sulbar Apresiasi Peran Buruh…