MamujuSulbar

Ratusan Petani Sawit Tommo Mengamuk, Kepung PT MUL Akibat Kebijakan ‘Anak Emas’ Mandekkan Hasil Panen!

39
×

Ratusan Petani Sawit Tommo Mengamuk, Kepung PT MUL Akibat Kebijakan ‘Anak Emas’ Mandekkan Hasil Panen!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id – Gelombang kemarahan ratusan petani kelapa sawit di Kecamatan Tommo pecah. Mereka mengepung dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di area PT Manakarra Unggul Lestari (MUL), Kamis (18/6).

Aksi solidaritas ini dipicu oleh kebijakan sepihak manajemen perusahaan yang dinilai “tebang pilih” dan mencekik urat nadi perekonomian petani lokal dalam proses penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Petani meradang setelah kendaraan pengangkut milik mereka dilarang keras memasuki area pabrik dengan dalih antrean yang membludak.

Ironisnya, di saat truk petani lokal tertahan dan buah sawit mereka terancam membusuk, kendaraan milik mitra eksklusif dan jaringan tertentu justru melenggang bebas masuk ke area timbangan untuk bongkar muat.

“Padahal semua buah sama-sama dari petani, seharusnya perusahaan ini adil tidak tebang pilih!” Kata AA, salah satu perwakilan petani dengan nada geram saat diwawancarai RelasiPublik.id.

Diskriminasi nyata ini memicu tensi tinggi di lapangan. Petani merasa dirugikan secara finansial karena proses penjualan hasil keringat mereka dihambat secara sengaja oleh sistem yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

Dalam tuntutannya, massa mendesak PT MUL segera menghentikan praktik “anak emas” dan memberlakukan sistem satu pintu yang adil bagi seluruh petani tanpa terkecuali. Mereka tidak lagi butuh janji manis, melainkan solusi konkret atas semrawutnya sistem antrean.

“Para demonstran menegaskan perusahaan harus segera merombak sistem penerimaan hasil panen agar lebih transparan, adil, dan tidak memeras darah petani sawit di wilayah Kecamatan Tommo,” pungkasnya.

Jika tuntutan ini diabaikan, dipastikan gelombang massa yang lebih besar akan kembali melumpuhkan aktivitas perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan pihak PT Manakarra Unggul Lestari belum meberikan keterangan.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *