MamujuSulbar

Harga Beras Naik, Ini Penyebabnya Menurut Kantor Bulog Cabang Mamuju

305
×

Harga Beras Naik, Ini Penyebabnya Menurut Kantor Bulog Cabang Mamuju

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Harga beras dipasaran terus mengalami kenaikan hingga Rp. 14.000 per kg.

Menurut, Asisten Menejer Supply Chain & Pelayanan Publin (Am.Scpp) Perum Bulog Cabang Mamuju, Edi, mengatakan, kenaikan harga beras dipasaran disebabkan oleh harga pembelian pemerintah melalui Bulog mengalami kenaikan.

“Harga pembelian pemerintah naik dari Rp. 8.300 menjadi Rp 9.900, pada prinsipnya jika harga pemerintah itu naik otomatis harga dipasaran juga akan naik” kata Edi, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, (4/10/2023).

Ia menuturkan, Selain harga pembelian pemerintah yang naik, musim panen padi di Provinsi Sulbar yang sudah selesai juga menyebabkan kenaikan harga beras.

“Disamping itu panen dua bulan lalu dan bulan sekarang ini sudah selesai di Sulbar, sehingga bahan baku itu sudah sedikit atau menipis juga menyebabkan kenaikan harga beras” tutur Edi

Edi mengungkapkan, untuk mengatasi kenaikan harga beras tersebut melalui penugasan Badan Pangan Nasional, pihak Bulog ditugaskan untuk melakukan stabilitasi harga dan menyalurkan bantuan pangan.

“Sesuai penugasan dari Badan Pangan Nasional menugas ke Bulog untuk melakukan stabilisasi harga dan bantuan pangan, sekarang ini kami sementara penyaluran bantuan pangan”

“Bulog cabang Mamuju menangani tiga Kabupaten yakni, Mamuju, Mamuju Tengah, serta pasangkayu, bantuan pangan yang disalurkan tiap bulan ke tiga Kabupaten tersebut kurang lebih 350 ton” ungkapnya

Kendati demikian, dirinya juga mengakui upaya tersebut hanya berdampak kecil, lantaran harga beras dipasaran sudah terlanjur naik.

“ada dampaknya tapi kecil karena harga beras sudah terlanjur naik” aku  Edi

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik, karena stok beras akan selalu tersedia.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *