Mamuju, RelasiPublik.id — Dua kelompok mahasiswa kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat terkait dugaan kasus korupsi APBD Majene tahun 2023–2024 dan dana Perusahaan Daerah (Perusda) tahun 2024.
Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor Kejati Sulbar, Jl. RE Martadinata, Mamuju, pada Rabu (30/4/2025).
Koordinator aksi Ramlidalam orasinya, menyampaikan desakan agar Kejati Sulbar segera memanggil dan memeriksa Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele serta Sekretaris Daerah Majene Ardiyansyah atas dugaan keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.
“Kami mendesak Kejati Sulbar agar transparan dalam proses pemeriksaan terhadap Bupati dan Sekda Majene atas dugaan korupsi APBD Majene,” kata Ramli.
Ia menuding Kejati Sulbar tidak serius dalam menangani kedua kasus tersebut.
“Sudah jelas bahwa Bupati dan Sekda Majene diduga telah menyalahgunakan APBD Kabupaten Majene. Ini adalah pelanggaran besar, apalagi beberapa saksi yang telah diperiksa juga menyebutkan nama keduanya,” ujarnya
Ramli menegaskan bahwa jika Kejati Sulbar tidak mampu menuntaskan kasus ini, pihaknya akan melaporkan persoalan ini ke Kejaksaan Agung bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa.
(Hl)













