Mamuju, RelasiPublik.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 diwarnai aksi unjuk rasa dari aliansi mahasiswa Sulawesi Barat. Aksi tersebut berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Mamuju, pada Selasa (1/7/2025), dengan sorotan utama terhadap kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat.
Koordinator aksi, Asmuliadi, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan terhadap Polda Sulbar yang dinilai belum maksimal dalam penegakan hukum dan penyelesaian sejumlah kasus di wilayah tersebut.
Selain itu, massa juga menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum anggota Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulbar, khususnya dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Biaya resmi pembuatan SIM hanya Rp250.000, tapi di lapangan masyarakat harus membayar hingga Rp500.000. Ini jelas pungli dan harus segera dihentikan,” tegas Asmuliadi.
Ia juga meminta Ditlantas Polda Sulbar untuk lebih transparan dalam proses penerbitan SIM. Menurutnya, banyak keluhan dari masyarakat terkait biaya dan prosedur pembuatan SIM yang dinilai tidak wajar.
“Hampir setiap hari kami menerima laporan dari masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius dari PoldaSulbar,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ditlantas Polda Sulbar belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.
(Hl)













