MamujuSulbar

Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 Dihujani Kritik! Aktivis Bongkar Masalah di Polda Sulbar

247
×

Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 Dihujani Kritik! Aktivis Bongkar Masalah di Polda Sulbar

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memegang peranan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan kepada publik. Namun, di momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, sorotan tajam datang dari aktivis Sulawesi Barat terhadap kinerja Polda Sulawesi Barat dan jajarannya.

Aktivis Sulawesi Barat, Ismuliadi, menyampaikan kritik keras terhadap institusi kepolisian di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa Polda Sulawesi Barat dan seluruh jajaran Polres belum mampu menjalankan tugas dan wewenangnya secara maksimal.

“Saya menganggap bahwa Polda Sulawesi Barat dan seluruh jajaran Polres se-Sulawesi Barat telah gagal dalam menegakkan hukum sebagaimana mestinya,” kata  Ismuliadi, Selasa (1/7/2025).

Ia merinci sejumlah kasus yang melibatkan oknum anggota kepolisian, termasuk dugaan tindakan kekerasan saat pengamanan aksi demonstrasi dan peristiwa pengeroyokan oleh sekitar 50 oknum polisi.

“Banyak kasus yang melibatkan anggota, seperti tindakan pemukulan terhadap masyarakat di Kecamatan Tappalang dan aksi represif saat demonstrasi. Ini mencederai citra institusi Polri sebagai pelindung masyarakat,” tegasnya.

Selain kekerasan fisik, Ismuliadi juga menyoroti keterlibatan oknum polisi dalam kasus narkoba, pungutan liar dalam pengurusan SIM, serta lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.

Ia juga menyayangkan banyaknya laporan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti atau belum terselesaikan dengan baik.

“Kasus oli palsu belum ada kejelasan, peredaran narkoba di dalam lapas masih terjadi, dan penanganan peredaran rokok ilegal belum maksimal. Ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan dan penegakan hukum,” ungkapnya.

Dalam momentum HUT Bhayangkara ke-79 ini, Ismuliadi menyerukan dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jajaran Polda dan Polres se-Sulawesi Barat.

“Kami berharap ada evaluasi besar-besaran. Institusi Polri harus bisa kembali kepada jati dirinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kami dari kalangan aktivis akan terus mengawal dan menyuarakan semua kasus yang terjadi di Sulawesi Barat,” pangkasnya.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *