MamujuSulbar

Alih Fungsi Lahan Sawit Jadi Sawah, Solusi Ketahanan Pangan dan Konflik Agraria di Sulbar

238
×

Alih Fungsi Lahan Sawit Jadi Sawah, Solusi Ketahanan Pangan dan Konflik Agraria di Sulbar

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S Mengga, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan irigasi dan pencetakan sawah baru.

Hal tersebut disampaikan Salim saat menghadiri pesta panen padi di Desa Beru-beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu (9/7/2025).

“Banyak lahan di Mamuju yang masih tadah hujan. Ada jaringan irigasi, tapi tidak berfungsi maksimal seperti di Tommo,” ujar Salim.

Meski hasil panen tahun ini dinilai cukup baik, ia menyebut capaian produktivitas masih tertinggal dibanding daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat yang mampu panen hingga 7,5–9 ton per hektare.

Menurutnya, peningkatan produktivitas di Sulbar harus dilakukan secara menyeluruh, namun pengairan menjadi prioritas utama. Ia telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk menginventarisasi infrastruktur dan sumber air yang bisa dioptimalkan.

“Kalau kita ingin swasembada pangan, pengairan harus jadi prioritas,” tegasnya.

Salim juga mengingatkan potensi krisis pangan global pada 2054, dan menilai kawasan khatulistiwa seperti Indonesia akan menjadi rebutan karena potensi pertaniannya. Ia mendorong semua pihak—pemerintah kabupaten, desa, dan dinas teknis—untuk lebih serius memperhatikan nasib petani.

Lebih lanjut, Salim menyarankan agar ekspansi perkebunan sawit dibatasi, dan sebagian lahan dialihkan untuk sawah guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyelesaikan konflik agraria yang kerap terjadi di Sulbar.

“Kita prioritaskan pencetakan sawah ke depan,” pungkasnya

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *