Mamuju, RelasiPublik.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju mengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat terhadap mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang merupakan wujud nyata dari penyampaian pendapat di muka umum, yang dijamin konstitusi.
Sekretaris HMI MAMUJU Hajril Hajura, menyampaikan dengan tegas bahwa “HMI Mamuju akan terus menggalang konsolidasi dan perlawanan terhadap upaya pembungkaman demokrasi. Ketika menyuarakan aspirasi rakyat dianggap kriminal, maka demokrasi sedang sekarat!”
“Kami mempertanyakan moralitas dan integritas wakil rakyat yang seharusnya berdiri bersama mahasiswa, bukan justru membiarkan atau bahkan mendukung tindakan represif terhadap suara rakyat,” Kata Hajril Hajura, Senin (14/7).
Apakah menyampaikan aspirasi dianggap sebagai bentuk ancaman terhadap stabilitas keamanan? Jika demikian, maka yang perlu dipertanyakan adalah stabilitas moral dan keberpihakan terhadap rakyat itu sendiri.
“Demonstrasi bukan bentuk kekacauan, melainkan bagian dari kontrol sosial. Jika aparat negara alergi terhadap kritik, maka negara ini sedang melangkah mundur dari prinsip-prinsip demokrasi,” Pangkasnya.
HMI Mamuju menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan untuk tidak diam. Kita wajib menjaga ruang demokrasi dari upaya pembungkaman dan kriminalisasi.
(Hl)













