Mamuju, RelasiPublik.id — Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Mamuju menggelar konferensi pers terkait progres pembangunan dermaga pelabuhan, Kamis (11/9). Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascagempa yang melanda Mamuju pada tahun 2021.
Kepala UPP Kelas III Mamuju, Capt. Isa Amsyari, menjelaskan bahwa saat ini aktivitas sandar kapal sementara dialihkan ke dermaga Pangkalan Angkatan Laut Mamuju guna menunjang kelancaran operasional selama masa perbaikan.
“Kegiatan ini merupakan perbaikan dermaga pelabuhan akibat gempa, seluruh pembiayaan bersumber dari Dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) pusat. Negara hadir untuk kemajuan masyarakat Mamuju,” ujar Capt. Isa.
Ia menambahkan, perbaikan ini sangat krusial dalam mengembalikan dan meningkatkan kapasitas pelayanan pelabuhan. Dengan rampungnya proyek ini, aktivitas bongkar muat kapal diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
“Hal ini tentu berdampak positif terhadap kelancaran arus logistik barang dan penumpang, serta memicu pertumbuhan ekonomi di wilayah Mamuju. Kami optimis pelabuhan ini akan kembali menjadi salah satu pintu gerbang utama perekonomian daerah,” tambahnya.
Proyek Penggantian Dermaga Lama
Proyek pembangunan ini dikerjakan oleh PT. Tirai Mega Utama dengan nama resmi “Flesmen Dermaga Pelabuhan Mamuju.” Nilai kontrak proyek tercatat sebesar Rp39.641.350.560 dan mulai dikerjakan sejak 16 Mei 2025.
Menurut Alif, perwakilan dari perusahaan pelaksana, proyek ini difokuskan pada pembongkaran dermaga lama berukuran 10,5 x 60 meter yang dinilai sudah tidak layak, lalu digantikan dengan dermaga baru berukuran sama namun menggunakan material yang lebih kuat dan modern.
“Setelah proses pembongkaran selesai, kami segera memulai pembangunan struktur baru. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Alif.
Sementara itu, Muhammad Yusuf selaku konsultan proyek menyampaikan bahwa progres pembangunan dermaga saat ini telah mencapai 70 persen.
(Hl)













