MamujuSulbar

Pemprov Sulbar Fokus Kendalikan Inflasi, Dishub Siap Jamin Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

104
×

Pemprov Sulbar Fokus Kendalikan Inflasi, Dishub Siap Jamin Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id – Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan laju inflasi di wilayah Sulawesi Barat, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Akbar Atjo, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar pada Selasa, 17 September 2025 di ruang rapat Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat.

Rapat dipimpin oleh Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar. Turut hadir pula pejabat dan perwakilan dari berbagai instansi, antara lain: Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM; Biro Tapem dan Kesra; Dinas Ketahanan Pangan; Staf Ahli Gubernur; Biro Ekbang; Bulog Mamuju; Bappeda; BPS; Dinas ESDM; Kominfo; BPKPD; serta Dinas Pekerjaan Umum.

Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Amir A. Dado, melalui Kabid LLAJ Akbar Atjo, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor dalam upaya pengendalian inflasi di daerah sesuai dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar SDK-JSM.

“Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya intervensi dalam distribusi bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan LPG. Tujuannya agar komoditas ini dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Akbar.

Sebagai instansi teknis yang menangani pergerakan lalu lintas dan angkutan jalan, Dinas Perhubungan Sulbar menyatakan kesiapan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik.

“Kami siap memastikan kelancaran arus transportasi dan logistik agar distribusi barang kebutuhan pokok bisa berlangsung secara cepat, merata, dan efisien,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antarinstansi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis pengendalian inflasi akan berjalan lebih efektif.

Stabilitas harga diharapkan tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terdampak signifikan, dan kondisi ekonomi daerah tetap kuat dan terkendali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *