MamujuSulbar

DP3AP2KB Sulbar Bersama Ibu Nana Darmania Gelar Sosialisasi Program SAHABAT untuk Cegah Perkawinan Anak

195
×

DP3AP2KB Sulbar Bersama Ibu Nana Darmania Gelar Sosialisasi Program SAHABAT untuk Cegah Perkawinan Anak

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Dalam upaya mencegah meningkatnya angka perkawinan anak di Sulawesi Barat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat menggandeng Nana Darmania, S.Sos., M.Kes., untuk melaksanakan sosialisasi program Responsif Suara Anak Hadir Bangkit Aksi Tolak Nikah Dini (SAHABAT).

Program SAHABAT merupakan inisiatif dari Nana Darmania, seorang pemerhati isu perempuan dan anak, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, tentang bahaya dan dampak negatif dari praktik perkawinan usia dini.

Kepala DP3AP2KB Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati Ansar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari strategi perlindungan anak yang mengedepankan pendekatan edukatif dan partisipatif.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa anak-anak berhak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya tanpa dibatasi oleh praktik nikah dini. Ini adalah bagian dari perlindungan hak anak yang harus kita jaga bersama,” ujar Darmawati, Selasa (23/9/2025).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program pencegahan perkawinan anak tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk sekolah, tokoh agama, tokoh adat, dan tentu saja, keluarga.

 

Dalam kesempatan yang sama, Nana Darmania menjelaskan bahwa program SAHABAT dirancang dengan pendekatan yang melibatkan langsung suara dan aspirasi anak-anak serta remaja.

Menurutnya, ketika anak-anak diberi ruang untuk menyuarakan pendapat mereka, mereka akan lebih sadar akan hak-haknya dan lebih berani menolak tekanan sosial untuk menikah dini.

“SAHABAT bukan hanya program edukasi, tetapi juga gerakan moral dan sosial. Kita ingin remaja bisa berdiri tegak mengatakan ‘tidak’ pada nikah dini, dan ‘ya’ pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan yang cerah,” ujar Nana.

Sosialisasi yang dilaksanakan SMPN 2 Mamuju ini dihadiri oleh pelajar, guru dan narasumber

Program SAHABAT diharapkan dapat menjadi model pencegahan perkawinan anak yang efektif dan replikatif di berbagai daerah lain di Sulawesi Barat, bahkan nasional.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *