Mamuju, RelasiPublik.id — Kepala Sekolah SMAN 1 Mamuju menyampaikan dukungannya terhadap program responsif Sahabat (Suara Anak Hadir Bangkit Tolak Nikah Dini), yang digagas oleh Nana Darmania, S.Sos., M.Kes., Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sulawesi Barat.
Kepala Sekolah SMAN 1 Mamuju, Hj Halimah mengungkapkan bahwa program Sahabat merupakan langkah strategis dalam melindungi hak-hak anak dan mencegah praktik pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah di Sulawesi Barat.
Ia menilai, DP3AP2KB Sulbar telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan edukasi yang menyentuh langsung pelajar melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif.
“Kami sangat mengapresiasi program Sahabat ini. Ini bukan sekadar sosialisasi biasa, tapi benar-benar mengajak anak-anak untuk terlibat aktif dalam menyuarakan hak mereka dan menolak pernikahan di usia yang belum matang, baik secara fisik, psikis, maupun sosial,” ujar Halima dalam kegiatan sosialisasi program Sahabat di aula SMAN 1 Mamuju, Jumat (24/9/2025).
Lebih lanjut, Halimah menambahkan bahwa pihak sekolah siap menjadi mitra aktif dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk dalam menyediakan ruang diskusi, pembinaan konselor sebaya, dan penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Program Sahabat dirancang untuk mendorong peran serta anak sebagai agen perubahan, dengan kegiatan seperti kampanye digital oleh pelajar, pelatihan forum anak sekolah, serta penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan hak-hak anak.
Inisiatif ini juga menargetkan pembentukan “Duta Sahabat” di setiap sekolah, yang akan menjadi motor penggerak dalam menyebarkan pesan tolak nikah dini di kalangan remaja.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Sulbar, Nana Darmania, menyampaikan bahwa keterlibatan sekolah dan tenaga pendidik merupakan kunci utama keberhasilan program ini.
“Anak-anak harus diberi ruang untuk memahami konsekuensi dari nikah dini. Peran sekolah sebagai tempat tumbuh kembang anak menjadi sangat strategis. Karena itu, kami senang sekolah-sekolah, termasuk SMAN 1 Mamuju, sangat responsif terhadap program ini,” tutur Nana.
Dengan sinergi lintas sektor, DP3AP2KB Sulbar optimis dapat menurunkan angka pernikahan usia anak dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
(Hl)













