Mamuju, RelasiPublik.id — Pemerintah Desa Bonda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, kembali menorehkan prestasi ditingkat nasionalChampionship Klaster Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025 dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Barat.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan peran aktif Desa Bonda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi dan pengembangan klaster budidaya udang paname.
Kepala Desa Bonda, Abdul Wahab, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat desa Bonda.
“Alhamdulillah, ini merupakan salah satu kebanggaan bagi Desa Bonda karena berhasil meraih Championship Klaster Nasional Ketahanan Pangan Desa Tahun 2025,” ujar Wahab.
Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir Desa Bonda fokus pada penguatan ketahanan pangan desa serta optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan ketahanan pangan dapat berjalan secara terorganisir dan berkelanjutan.
Sejalan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, Wahab menilai peluang kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat semakin terbuka.
“Dengan koperasi, masyarakat dapat menjadi anggota, sehingga kolaborasi bisa terbangun dengan baik,” jelasnya.
Menurut Wahab, sinergi antara BUMDes dan koperasi desa akan mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal, khususnya di sektor ketahanan pangan desa.
Sebagai bentuk dukungan, BI Sulawesi Barat disebut akan memberikan satu unit mobil operasional untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan Desa Bonda.
“Informasinya, Desa Bonda akan menerima satu unit mobil operasional khusus untuk ketahanan pangan desa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wahab menjelaskan bahwa Desa Bonda selama dua tahun terakhir fokus pada budidaya udang Paname, yang kini berkembang pesat dan mampu memberikan Pendapatan Asli Desa (PAD).
“Pada tahun 2024, PAD dari sektor ini tercatat sekitar Rp47 juta. Dana tersebut kemudian dialokasikan melalui musyawarah desa untuk pembangunan dan bantuan kepada rumah-rumah ibadah,” tambahnya.
Selain itu, pengembangan sektor perikanan juga mendorong kemitraan dengan pelaku UMKM lokal berbasis home industry.
“Kami membangun kemitraan dengan masyarakat melalui pengelolaan produk UMKM, seperti abon ikan bandeng dan produk olahan perikanan lainnya. Semuanya berasal dari hasil perikanan desa,” ungkapnya.
Sementara perwakilan BI Sulbar
Herdi Fiat Gumilang mengatakan, ini merupakan bentuk sinergi untuk pengembangan ekonomi dalam hal ini ketahanan pangan.
“Desa Bonda merupakan penghasil udang paname, sementara undangan paname ini pengantin protein untuk ketahanan pangan dan juga Pemberdayaan Masyarakat”, kata Herdi Fiat Gumilang.
Saya berharap mobil ini bermanfaat dengan baik dengan budes Bonda dan bisa menteriker mereka untuk melakukan penambahan kapasitas.
(Hl)













