MamujuSulbar

Wujudkan Wilayah Inklusif, Pemerintah Kecamatan Tapalang Barat dan Gema Difabel Sulbar Bentuk TPKJM

252
×

Wujudkan Wilayah Inklusif, Pemerintah Kecamatan Tapalang Barat dan Gema Difabel Sulbar Bentuk TPKJM

Sebarkan artikel ini

MAMUJU, RelasiPublik.id–Kecamatan Tapalang Barat,  Kabupaten Mamuju mencetak sejarah baru dalam pembangunan daerah yang ramah disabilitas.

Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Kecamatan Tapalang Barat dan Gema Difabel Sulawesi Barat, secara resmi telah dibentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) tingkat Kecamatan.

Inisiatif ini menjadikan Tapalang Barat sebagai kecamatan pertama di Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki tim koordinasi khusus untuk penanganan kesehatan jiwa masyarakat.

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut nyata dari SK Bupati Mamuju Nomor 369 Tahun 2023 dan amanat UU No. 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Keberhasilan Nyata: Dari Pendampingan Menuju Kemandirian
Dalam pertemuan tersebut, sebuah testimoni membanggakan disampaikan oleh

Mantan PJ Kepala Desa Ahu Misbahuddin mengungkapkan, keberhasilan desa dalam mendampingi dua orang warga dengan disabilitas psikososial (ODDP) yang sebelumnya tidak berdaya selama bertahun-tahun.

Melalui pendampingan yang intensif, kedua warga tersebut kini telah pulih dan kembali produktif bekerja sebagai petani.

“Ini adalah capaian yang sangat berharga bagi desa. Perhatian kolektif membuktikan bahwa saudara-saudara kita ODDP bisa mandiri kembali jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat,” kata misbahuddin, Selasa (20/12).

Sinergi Lintas Sektor dan Budaya
Camat Tapalang Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gema Difabel atas inisiatif ini.

Ia menegaskan bahwa penanganan ODDP adalah tanggung jawab bersama.

“Penanganan kesehatan jiwa bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh lapisan masyarakat. Pembentukan TPKJM ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan wadah kerja sosial untuk mempererat silaturahmi, baik secara spiritual maupun kebudayaan,” tegasnya.

Sementara Ketua Gema Difabel Sulawesi Barat Syafaruddin Syam, menjelaskan bahwa pembentukan TPKJM ini adalah bagian dari Implementing Project di bawah naungan Program INKLUSI melalui dukungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM.

Gema Difabel bertindak sebagai promotor program Dignity yang fokus pada kesetaraan sesuai amanat UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Amiruddin, staf MEAL (Monitoring, Evaluation, Accountability, and Learning) Program INKLUSI yang hadir sebagai pemateri, menekankan pentingnya keberlanjutan.

“Harapan kita, TPKJM ini tidak berhenti di pembentukan saja. Pasca-pemulihan, kita harus memikirkan pemberdayaan ekonomi, pelatihan, dan partisipasi bermakna bagi mereka agar benar-benar tercipta masyarakat yang inklusif,” ungkap Amiruddin.

Tujuan Strategis TPKJM Tapalang Barat:

Layanan Terpadu: Mengoptimalkan layanan kesehatan jiwa yang berkelanjutan di tingkat kecamatan.

Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat koordinasi antara Puskesmas, Desa, Kepolisian, Tokoh Masyarakat, dan Organisasi Disabilitas.

Pemulihan Berbasis Komunitas: Memperkuat sistem rujukan dan pemulihan yang melibatkan keluarga.
Pemenuhan 7 Layanan Dasar: Memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi secara medis maupun sosial.

Perlindungan: Menyediakan mekanisme pencegahan risiko kekerasan dan rehabilitasi sosial.

Dengan terbentuknya TPKJM ini, Tapalang Barat resmi menjadi role model (percontohan) bagi kecamatan-kecamatan lain di Sulawesi Barat dalam menciptakan lingkungan yang ramah, aksesibel, dan memanusiakan setiap warga negaranya tanpa terkecuali.

Tentang Gema Difabel Sulawesi Barat: Gema Difabel adalah organisasi penyandang disabilitas yang berkomitmen mendorong terciptanya kebijakan publik yang inklusif di Sulawesi Barat melalui advokasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pembentukan tim ini dihadiri oleh Camat Tapalang Barat, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Tapalang Barat, perwakilan Puskesmas, serta pengurus Karang Taruna

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *