Jakarta

Jasa Raharja dan INACA Perkuat Budaya Keselamatan Penerbangan Lewat Sosialisasi Nasional

124
×

Jasa Raharja dan INACA Perkuat Budaya Keselamatan Penerbangan Lewat Sosialisasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, RelasiPublik.id – Jasa Raharja berkolaborasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyelenggarakan sosialisasi nasional tentang budaya keselamatan dan pemahaman asuransi penerbangan pada Selasa (11/2) di Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan, keamanan, dan keselamatan masyarakat.

Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan literasi keselamatan, khususnya di kalangan generasi muda.

Melalui sosialisasi ini, peserta didorong memahami pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan serta mengetahui hak dan kewajiban penumpang dalam sistem transportasi udara nasional.

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam sambutannya menegaskan, Bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional.

“Keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis dalam regulasi dan prosedur, tetapi tertanam dalam setiap proses kerja, setiap pengambilan keputusan, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh para penumpang,” ujarnya.

Ia menambahkan, keselamatan penerbangan memiliki dimensi luas yang menyangkut kepercayaan publik, stabilitas sosial, serta keberlanjutan pembangunan nasional.

Karena itu, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut sinergi seluruh ekosistem, tidak hanya regulator atau operator.

Sebagai BUMN yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 33 dan 34 Tahun 1964, Jasa Raharja memiliki mandat memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum, termasuk angkutan udara.

“Dari sisi pelayanan, Jasa Raharja berkomitmen memastikan negara hadir secara cepat dan tepat ketika terjadi kecelakaan transportasi. Namun, kecepatan dan besarnya santunan bukanlah tujuan utama. Santunan adalah bentuk tanggung jawab negara ketika musibah terjadi, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan bahwa komunikasi yang konsisten menjadi kunci dalam membangun budaya keselamatan.

“Keselamatan harus terus dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk regulator, operator, akademisi, mahasiswa, dan media massa, agar kesadaran tersebut tumbuh menjadi budaya bersama,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan konsep just culture dalam dunia penerbangan, yakni budaya keterbukaan dalam menyampaikan informasi keselamatan tanpa rasa takut, sebagai fondasi untuk memperkuat sistem pencegahan risiko.

Ke depan, Jasa Raharja akan terus memperkuat program edukasi7, integrasi data, serta sinergi lintas sektor dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional.

Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan perlindungan masyarakat berjalan optimal, demi terwujudnya transportasi udara Indonesia yang aman dan berdaya saing.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja, Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan RI Shokib Al Rokhman, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Angkutan Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin
Lie, serta perwakilan maskapai nasional hingga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek dan komunitas terkait.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *