Mamuju, RelasiPublik.id – Komitmen menjaga asupan gizi peserta didik tetap ditunjukkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Binanga 1 Mamuju selama bulan suci Ramadan.
Meski dalam suasana ibadah puasa, pelayanan tetap berjalan normal demi memastikan kebutuhan gizi 3.041 siswa di sembilan sekolah dan lima 3B tetap terpenuhi secara optimal.
Kepala SPPG Binanga 1 Mamuju, Adelia Noviyanti Ahmad, menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional tanpa mengurangi kualitas maupun kuantitas pelayanan.
Menurutnya, bulan Ramadan bukan menjadi alasan untuk menurunkan standar pelayanan, justru menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
“Walaupun dalam kondisi berpuasa, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Anak-anak tetap harus mendapatkan asupan gizi yang seimbang untuk menunjang aktivitas belajar mereka di sekolah,” ujar Adelia.
Ia menjelaskan, selama Ramadan, pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian teknis, terutama pada pengaturan waktu distribusi agar lebih efektif dan efisien.
Namun, dari sisi kualitas makanan, komposisi menu, hingga standar kebersihan dan keamanan pangan tetap mengacu pada pedoman gizi seimbang yang telah ditetapkan.
SPPG Binanga 1 Mamuju melayani ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Setiap hari, tim yang terdiri dari tenaga pengolah makanan, ahli gizi, serta petugas distribusi bekerja sejak pagi untuk memastikan seluruh proses, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan, hingga pendistribusian, berjalan sesuai prosedur.
Adelia menambahkan, pengawasan internal juga diperketat guna menjaga kualitas makanan yang disajikan. Bahan pangan yang digunakan dipastikan dalam kondisi segar dan layak konsumsi.
Selain itu, proses pengolahan dilakukan dengan memperhatikan standar higienitas untuk menghindari risiko kontaminasi.
“Koordinasi dengan pihak sekolah juga terus kami lakukan agar distribusi berjalan lancar dan tepat waktu. Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang terlewat dan semua menerima haknya,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa menu yang disusun selama Ramadan tetap memperhatikan kebutuhan kalori, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Variasi menu tetap dihadirkan agar siswa tidak merasa bosan dan tetap memiliki selera makan yang baik.
Komitmen ini, lanjut Adelia, merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Asupan gizi yang baik diyakini berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta perkembangan fisik dan kognitif siswa.
Pihaknya berharap, pelayanan yang konsisten selama Ramadan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan semangat belajar para siswa.
Selain itu, ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim SPPG yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi meski menjalankan ibadah puasa.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan anak-anak tetap sehat, kuat, dan siap mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” tutupnya.
(Hl)













