Cikampek, RelasiPublik.id – Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menghadiri kegiatan flag off pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional yang diselenggarakan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di Gerbang Tol Cikampek Utama, Rabu (18/3).
Kegiatan ini menandai dimulainya penerapan skema one way nasional yang diberlakukan dari KM 70 Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung.
Kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026.
Penerapan one way nasional menjadi bagian dari manajemen lalu lintas terpadu yang dirancang guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung lebih lancar, aman, dan tertib.
Sebelum pelaksanaan flag off, sejumlah pejabat turut menyapa para pemudik dan membagikan bingkisan, di antaranya Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Kapolda Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Awaluddin menegaskan komitmen Jasa Raharja dalam mendukung kebijakan rekayasa lalu lintas sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi.
Ia menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan arus mudik yang aman dan berkeselamatan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, operator jalan tol, dan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat selama periode mudik.
Sementara itu, Menteri Perhubungan menyatakan bahwa penerapan one way nasional merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ia berharap kebijakan ini dapat memastikan perjalanan mudik berlangsung lebih lancar dan aman.
Kapolda Jawa Barat juga menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut, khususnya di wilayah Jawa Barat yang menjadi jalur utama arus mudik.
Personel telah disiagakan di berbagai titik strategis, baik di jalur tol maupun arteri, guna menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, lancar, dan berkeselamatan, sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
(*)













