Uncategorized

Analisis Fenomena FOMO dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa di Era Digital dalam Perspektif Islam (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis)

3
×

Analisis Fenomena FOMO dan Perilaku Konsumtif Mahasiswa di Era Digital dalam Perspektif Islam (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis)

Sebarkan artikel ini

Sumatra Barat, RelasiPublik.id—Pernah merasa harus membeli barang yang sedang viral atau takut ketinggalan tren di media sosial Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini menjadi bagian dari kehidupan generasi muda, termasuk mahasiswa. Namun, benarkah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis mudah terpengaruh oleh tren digital
Perkembangan teknologi digital dan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X membuat mahasiswa mudah memperoleh informasi tentang tren dan gaya hidup. Namun, kondisi ini juga menimbulkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal informasi atau pengalaman yang sedang populer. FOMO dapat mendorong perilaku konsumtif seseorang untuk mengikuti tren agar tak dianggap ketinggalan.

Grafis informatif ( Sumber : Navarro, A. (2025, 20 Juni). Qué es el FOMO?. Tecnobits.)
Berdasarkan analisis 100 responden, tingkat FOMO mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tergolong rendah. Rasa cemas ketika ketinggalan tren media sosial, 32% responden tidak setuju, 31% kurang setuju, 34% netral, dan hanya sebagian kecil yang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa tidak merasa cemas jika tidak mengikuti tren.

Kebiasaan memeriksa media sosial saat kuliah agar tidak ketinggalan aktivitas teman, 35% responden memilih netral, 24% kurang setuju, 22% tidak setuju, dan 16% setuju. Selain itu, mengenai keharusan menghadiri tempat atau acara populer agar dianggap eksis, 40% responden kurang setuju dan 36% tidak setuju. Secara umum, mahasiswa tidak merasa harus selalu mengikuti tren sosial untuk mendapatkan pengakuan.

Anggota kelompok 12 (Sumber: Dokumentasi Tiara Ramadhani)
Pada indikator pembelian barang online karena sedang tren, 33% responden kurang setuju, 32% tidak setuju, dan 29% netral. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak membeli barang hanya karena mengikuti tren.

Namun, kemudahan transaksi digital cukup memengaruhi perilaku konsumsi. Sebanyak 33% responden netral, 31% setuju, dan 9% sangat setuju bahwa e-wallet, PayLater, dan diskon e-commerce membuat mereka lebih sering berbelanja impulsif. Meski demikian, pada pernyataan menyisihkan uang saku atau tabungan demi membeli produk untuk menjaga gengsi, 50% responden tidak setuju dan 29% kurang setuju.

Ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa masih mampu mengelola keuangan dengan baik.

Islam mengajarkan penggunaan harta secara bijaksana dan melarang israf (berlebihan) serta tabzir (pemborosan). Sebanyak 47% responden sangat setuju dan 37% setuju bahwa membeli barang hanya karena mengikuti tren media sosial termasuk perilaku boros yang dilarang Islam.

Selain itu, 44% responden sangat setuju dan 42% setuju bahwa FOMO dapat mengurangi rasa syukur dan sikap qana’ah. Namun, 43% responden setuju dan 10% kurang setuju bahwa prinsip konsumsi Islam sulit diterapkan secara konsisten di tengah tren digital saat ini.

Di sisi lain, 45% responden setuju dan 31% sangat setuju bahwa pemahaman mengenai batasan konsumsi dalam Islam dapat membantu mengurangi perilaku konsumtif akibat FOMO. Dengan demikian, pengetahuan agama berperan penting dalam mengendalikan perilaku konsumsi mahasiswa di era digital.

Sumber: Hasil survei Kelompok 12 terhadap 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2026.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Polda Sulbar – Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan aman dan kondusif dalam momentum Hari Buruh Nasional, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menggelar Apel Siaga Kesiapan Pengamanan, Jumat (1/5/26) di Lapangan Tribrata Mapolda. Apel tersebut diikuti oleh ratusan personel yang tampak siap siaga lengkap dengan peralatan serta kendaraan operasional yang memadai. Kehadiran personel ini menjadi bukti keseriusan dan kesiapan penuh Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sulbar. Kegiatan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Achmad Imam Rifai, dan dipantau secara langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, serta dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Mapolda Sulbar. Dalam arahannya, Kombes Pol Achmad Imam Rifai menegaskan bahwa pengamanan ini dilaksanakan untuk mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. “Kita bersiaga karena adanya kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Buruh dan menyampaikan pendapat. Menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional mereka, maka kehadiran kita adalah untuk memberikan pelayanan agar penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib dan aman,” tutur Karo Ops. Lebih lanjut ia menyampaikan, sebagai aparat penegak hukum dan pengawal keamanan, personel harus mampu mengarahkan setiap kegiatan masyarakat ke arah yang positif, damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. “Kami hadir untuk mengawal dan mengarahkan. Jika pun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kesiapan personel dan peralatan hari ini adalah bentuk antisipasi terbaik kita dalam menjaga keamanan serta ketertiban umum,” tegasnya. Dengan digelarnya apel ini, Polda Sulbar memastikan seluruh elemen sudah siap diturunkan ke lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan di hari libur nasional ini. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas…

Hari Buruh Nasional, Kapolda Sulbar Apresiasi Peran Buruh sebagai Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Polda Sulbar – Peringatan Hari Buruh Nasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei menjadi momentum penting sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusi besar para buruh dan pekerja. Kepolisian Daerah Sulawesi Barat juga menegaskan bahwa elemen buruh merupakan salah satu pilar strategis dalam roda pembangunan nasional serta menjadi penggerak utama ekonomi bangsa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, melalui berbagai saluran resmi Polda Sulbar. Pihaknya turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi kepada para pekerja di seluruh wilayah hukum Polda Sulbar maupun nasional. “Peringatan Hari Buruh ini merupakan bukti nyata pengakuan bahwa buruh adalah elemen yang sangat strategis. Mereka memiliki peran vital tidak hanya dalam pembangunan nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi negara,” tutur Kapolda. Menurut Kapolda, kesejahteraan dan ketenangan para pekerja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari stabilitas negara. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat dihargai dan didukung penuh dalam kerangka hukum yang berlaku. Di tengah peringatan hari besar ini, Irjen Pol Adi Deriyan juga berharap momentum Hari Buruh dapat diisi dengan kegiatan yang positif, tertib dan damai. “Melalui momen yang istimewa ini, saya berharap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan baik, aman dan kondusif. Mari kita jaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan bersama,” tutup Kapolda. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Hari Buruh Nasional, Kapolda Sulbar Apresiasi Peran Buruh…