Mamuju, RelasiPublik.id — Lembaga Pemuda Masyarakat Botteng dan Pemuda Lingkar Tambang Botteng melaksanakan aksi demonstrasi di Desa Botteng sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas sosialisasi PT PERMINAS terkait rencana pertambangan Logam Tanah Jarang (LTJ), Jumat (4/9).
Dalam aksi tersebut, masyarakat yang terdiri dari pemuda hingga orang tua, serta beberapa tokoh adat, bersatu untuk menolak kegiatan sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh pihak PT PERMINAS terkait rencana proses pertambangan.
Massa aksi juga mengecam Pemerintah Desa yang dianggap menyampaikan bahwa seluruh masyarakat Desa Botteng menerima adanya sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh pihak PT PERMINAS, serta menerima rencana pertambangan Logam Tanah Jarang (LTJ).
Dalam aksi tersebut, DEFRI, salah satu massa aksi sekaligus putra daerah asli Botteng dan aktivis yang vokal dalam gerakan Parlemen Jalanan, menyampaikan orasinya.
Kami tidak akan menerima dan tinggal diam ketika tanah nenek moyang dan leluhur kami akan dirusak oleh siapa pun.
“Masyarakat telah hidup nyaman dengan kekayaan alam kami yang melimpah. Sampai hari ini pun kami masih hidup tanpa adanya Tambang Logam Tanah Jarang (LTJ),” ungkapnya.
Jangan coba-coba merusak tanah leluhur kami dengan kepentingan pemerintah dan para korporasi yang mementingkan kantong pribadi.
“Jika masih ada yang ingin coba-coba merusak tanah leluhur kami dan tanah kelahiran saya, saya siap mempertaruhkan darah dan nyawa,” tegas Defri.
Hingga berita ini diturunkan pihak PT.PERMINAS belum memberikan keterangan terkait aksi ini.
(Hl)













