MamujuOpiniOpini

Kebakaran Di Kawasan Pariwisata: Pencegahan Harus Menjadi Prioritas

2
×

Kebakaran Di Kawasan Pariwisata: Pencegahan Harus Menjadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Oleh: Aswar

Opini, RelasiPublik.id—Resiko kebakaran di kawasan pariwisata perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata.

Kebakaran yang terjadi di tempat rekreasi pantai malawwa, Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju tidak hanya mengancam keselamatan pengunjung, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi dan merusak citra pariwisata daerah.

Pencegahan kebakaran tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan administrasi atau kewajiban teknis. Aspek keselamatan harus menjadi bagian utama dalam tata kelola destinasi pariwisata, terutama pada lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan.

Sejumlah langkah pencegahan perlu mendapat perhatian, mulai dari pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), pemasangan alarm kebakaran, penyiapan jalur evakuasi, hingga pelatihan tanggap darurat bagi karyawan dan pengelola destinasi.

Selain itu, pengelola tempat wisata perlu memastikan bahwa fasilitas keselamatan tersedia, mudah dijangkau, dan dapat digunakan ketika keadaan darurat terjadi. Pengunjung juga perlu memperoleh informasi mengenai jalur evakuasi serta prosedur penyelamatan diri.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha pariwisata. Pemeriksaan keselamatan bangunan, edukasi mitigasi kebakaran, serta evaluasi kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu dilakukan secara berkala sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Di sisi lain, pelaku usaha pariwisata harus menyadari bahwa keselamatan pengunjung merupakan tanggung jawab mendasar. Destinasi yang menarik belum cukup apabila tidak didukung keamanan pengunjung dan kesiapsiagaan yang memadai.

Dampak kebakaran juga dapat meluas ke sektor ekonomi kreatif. Pelaku UMKM, pekerja pariwisata hingga masyarakat yang menggantungkan pendapatan pada aktivitas wisata berpotensi mengalami kerugian ketika sebuah destinasi harus ditutup akibat insiden kebakaran.

Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi agenda bersama. Pemerintah, pengelola destinasi, pelaku usaha, masyarakat, dan pengunjung perlu membangun budaya sadar keselamatan demi menciptakan pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Pariwisata bukan hanya tentang keindahan destinasi dan jumlah pengunjung, tetapi juga tentang jaminan keselamatan setiap orang yang datang. Mencegah kebakaran berarti melindungi nyawa, menjaga keberlangsungan usaha, dan merawat kepercayaan publik terhadap pariwisata daerah.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *