Mamuju, RelasiPublik.id – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo akan mulai dilaksanakan di Sulawesi Barat (Sulbar) pada tahun 2025. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi masyarakat miskin.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar, Sjaifuddin, mengungkapkan bahwa hasil koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) sebagai instansi leading sektor menunjukkan akan ada empat Sekolah Rakyat yang dibuka di Sulbar—tiga di tingkat kabupaten dan satu di tingkat provinsi.
“Untuk tingkat provinsi, pelaksanaan akan dimulai tahun ini. Sebagai tahap awal, kami akan memfasilitasi pembukaan Sekolah Rakyat dengan meminjamkan sebagian fasilitas dari SMK Sulbar di Kalukku, Mamuju,” ujar Sjaifuddin saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, Rabu (21/5/2025).
Program ini secara khusus menyasar masyarakat miskin, dengan data calon peserta yang akan mengacu pada Data Kesejahteraan Sosial (DKS) milik Dinsos.
“Pemilihan siswa mengacu pada data penduduk miskin yang ada di DKS. Dari situ nanti kita ambil datanya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, seluruh anggaran pelaksanaan Sekolah Rakyat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Sosial.
“Setelah ada lampu hijau dari Dinsos, kami akan mulai proses rekrutmen. Guru-guru yang ada di lingkungan Disdikbud akan direalokasi ke Dinsos untuk mendukung pelaksanaan program ini,” lanjutnya.
Meski jumlah pasti guru belum ditentukan, Disdikbud berharap program ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus berkontribusi pada pengentasan kemiskinan di Sulbar.
“Dengan adanya program ini, kita berharap masyarakat miskin bisa terlayani secara optimal dalam bidang pendidikan, dan pengentasan kemiskinan di Sulbar dapat lebih cepat tercapai,” tutup Sjaifuddin.
(*)













