MamujuSulbar

Klarifikasi RSUD Mamuju Terkait Dokter Tak Kunjungi Pasien: Ada Miskomunikasi dan Kekurangan Dokter

569
×

Klarifikasi RSUD Mamuju Terkait Dokter Tak Kunjungi Pasien: Ada Miskomunikasi dan Kekurangan Dokter

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, dr. Hj. Sitti Sulfiah Suhardi, memberikan klarifikasi terkait keluhan pasien yang mengaku tidak dikunjungi dokter selama empat hari.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara pihak rumah sakit dan pasien.

“Ini sebenarnya hanya miskomunikasi antara pasien dan pihak rumah sakit. Kami mengakui ada kekurangan dalam pelayanan, tetapi penanganan pasien tetap berjalan,” jelas dr. Sitti Sulfiah, Selasa (24/6/2025).

Ia menjelaskan, meskipun dokter tidak sempat berinteraksi langsung dengan pasien, komunikasi antara dokter dan perawat tetap berlangsung.

“Setiap hari, dokter tetap memberikan instruksi kepada perawat mengenai tindakan medis yang perlu dilakukan. Hanya saja, pada saat itu dokter sedang memiliki kegiatan lain sehingga konsentrasinya terbagi. Akibatnya, dokter lupa menginstruksikan perawat untuk menyampaikan penjelasan kepada pasien, di situlah terjadi miskomunikasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Sitti Sulfiah mengakui bahwa jumlah dokter di RSUD Mamuju memang masih terbatas, terutama dokter spesialis.

“Saat ini, kami hanya memiliki dua dokter bedah. Sementara jumlah dokter spesialis secara keseluruhan memang ada puluhan, tapi itu masih kurang” ujarnya.

Ia menyebutkan, RSUD Mamuju saat ini memiliki empat jenis layanan dokter spesialis dasar: obstetri dan ginekologi (obgyn), penyakit dalam, bedah, dan anak. Masing-masing layanan tersebut rata-rata hanya memiliki dua dokter.

“Kami tetap berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan menambah jumlah tenaga medis agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutupnya

Sebelumnya Keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju mengeluhkan buruknya pelayanan medis, setelah seorang pasien bernama Susanto tidak mendapat kunjungan dokter selama empat hari berturut-turut.

“Sudah empat hari bapak saya tidak pernah dikunjungi dokter. Saat saya tanya ke perawat, mereka hanya bilang belum ada informasi dari dokter,” ungkap Herwin, putra dari Susanto, pada Sabtu (21/6/2025).

Susanto diketahui mulai dirawat sejak 18 Juni, namun hingga berita ini ditulis belum mendapat penanganan langsung dari dokter. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius dari pihak keluarga.

Hingga saat ini, pihak RSUD Mamuju belum memberikan pernyataan resmi terkait absennya kunjungan dokter.

Herwin berharap sistem pelayanan di rumah sakit segera diperbaiki demi keselamatan pasien lainnya.

Peristiwa ini menyoroti lemahnya manajemen pelayanan kesehatan di RSUD Mamuju, sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju didesak untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem agar kasus serupa tidak terulang.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *