MamujuSulbar

DP3AP2KB Sulbar Launching Program “Responsif Sahabat” untuk Cegah Pernikahan Anak

138
×

DP3AP2KB Sulbar Launching Program “Responsif Sahabat” untuk Cegah Pernikahan Anak

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Responsif Sahabat dengan slogan “Suara Anak Hadir, Bangkit Aksi Tolak Nikah Dini”, Rabu (15/10).

Program ini bertujuan untuk menekan angka perkawinan usia anak di Sulbar, yang saat ini masih tergolong tinggi dan menempatkan provinsi ini dalam tiga besar nasional kasus pernikahan anak.

Kepala DP3AP2KB Sulbar, Darmawati Ansar, menyampaikan bahwa Responsif Sahabat menjadi salah satu role model di instansinya. Program ini mengedepankan pendekatan konseling sebaya, di mana anak-anak sendiri berperan aktif dalam mengedukasi teman sebaya dan masyarakat terkait bahaya pernikahan dini.

“Perkawinan anak di Sulbar masih sangat mengkhawatirkan. Melalui program ini, kami ingin membangun sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mencegah pernikahan usia anak. Ini adalah bentuk nyata suara anak yang responsif terhadap masalah sosial,” ujarnya.

Menurut Darmawati, sasaran dari program ini adalah seluruh sekolah yang ada di Sulbar. Setiap sekolah akan menyeleksi satu siswa sebagai wakil untuk menjadi konselor sebaya, yang nantinya juga akan melakukan edukasi ke masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Kami berharap dari satu sekolah, satu anak bisa menjadi agen perubahan. Ini merupakan inovasi luar biasa dan akan menjadi role model untuk upaya perlindungan perempuan dan anak ke depannya,” tambahnya.

Dalam kegiatan peluncuran tersebut, siswa SMKN 1 Rangas Mamuju, Gizela, turut menyampaikan pandangannya sebagai generasi muda yang terlibat langsung dalam program ini.

“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari program Responsif Sahabat. Ini membuka mata saya dan teman-teman tentang pentingnya berbicara dan bertindak menolak pernikahan dini. Kami ingin generasi muda Sulbar bisa meraih cita-cita tanpa harus terjebak dalam pernikahan di usia anak,” ucap Gizela.

Program Responsif Sahabat menandai langkah progresif DP3AP2KB Sulbar dalam mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak, serta memperkuat peran generasi muda sebagai pelopor perubahan sosial di masyarakat.

(HL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *