Mamasa, RelasiPublik.id — Petani di Dusun Pangkali, Desa Kalakbe, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, mengeluhkan kondisi infrastruktur yang rusak parah, khususnya jembatan dan jalan yang menjadi satu-satunya akses utama menuju lahan perkebunan sekaligus jalur alternatif ke pusat kecamatan untuk mengangkut hasil pertanian.
Kerusakan jalan dan sedikitnya empat jembatan di wilayah tersebut dinilai sangat menghambat aktivitas warga.
Kondisi ini tidak hanya menyulitkan mobilitas petani, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat karena hasil pertanian sulit dipasarkan secara maksimal.
“Setiap tahun kami para petani dan masyarakat Dusun Pangkali patungan untuk memperbaiki jembatan dan jalan rusak ini karena memang tidak ada perhatian dari pemerintah setempat,” ujar DN, Minggu (1/3).
Menurutnya, saat hujan deras turun, akses tersebut tidak dapat dilalui.
Warga terpaksa menunggu hingga debit air surut sebelum berani melintas.
“Kalau hujan deras kami tidak bisa lewat, Kami harus menunggu air surut baru bisa menyeberang karena membahayakan,” ungkapnya.
DN juga menyebutkan bahwa sebelumnya pernah ada perbaikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Namun, karena kurangnya perawatan dari pemerintah setempat, kondisi jembatan kembali rusak bahkan ada yang roboh.
“Seharusnya pemerintah desa rutin merawat jembatan agar tidak rusak berulang kali. Karena diabaikan, akhirnya jembatan ini roboh,” tegasnya.
Kondisi infrastruktur pertanian yang memprihatinkan ini dinilai tidak sejalan dengan program ketahanan pangan yang tengah menjadi prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah pusat membutuhkan dukungan infrastruktur memadai hingga ke tingkat desa agar distribusi dan produksi pertanian berjalan optimal.
Para petani berharap pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Mamasa dapat segera mengambil langkah konkret memperbaiki akses jalan dan jembatan tersebut.
Mereka menilai, tanpa dukungan infrastruktur yang layak, upaya meningkatkan produksi pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional akan sulit tercapai.
Hingga berita ini diturunkan pihak pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait berita ini.
(Hl)













