MamujuSulbar

Tekan Angka Kecelakaan Pelajar di Sulbar, Disperkimtanhub dan Polda Matangkan Program Sekolah Pelopor Keselamatan

9
×

Tekan Angka Kecelakaan Pelajar di Sulbar, Disperkimtanhub dan Polda Matangkan Program Sekolah Pelopor Keselamatan

Sebarkan artikel ini

​MAMUJU, RelasiPublik.id – Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghadiri rapat koordinasi terkait perencanaan pembentukan “Sekolah Pelopor Keselamatan” bagi siswa SMA/SMK se-Sulbar.

Pertemuan yang sekaligus membahas penyusunan Nota Kesepakatan (MoU) ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung BPKB Ditlantas Polda Sulbar, Senin (27/4/2026).

​Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam upaya menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulbar.

​Kepala Bidang LLAJ Disperkimtanhub Sulbar, Akbar Atjo, menyampaikan bahwa program Sekolah Pelopor Keselamatan ini digagas sebagai instrumen untuk menanamkan pemahaman sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar.

​Disampaikan, berdasarkan data angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Mamuju dan Polewali Mandar (Polman), sekitar 80 persen kecelakaan yang terjadi melibatkan anak-anak di usia sekolah.

​”Angka kecelakaan lalu lintas tertinggi ada di Mamuju dan Polman, di mana 80 persen korbannya adalah anak usia belajar. Oleh karena itu, kita harus masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan menanamkan kesadaran keselamatan bagi para pelajar,” ujar Akbar.

​Akbar menekankan bahwa efektivitas program ini bergantung pada sinergi antarinstansi.

“Program kolaborasi antara Pemprov Sulbar, Polda Sulbar, Jasa Raharja, BPTD Kelas III Sulbar, dan Kementerian Agama Sulbar ini merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kesadaran keselamatan anak sekolah,” tegas Akbar.

​Melalui kerja sama lintas sektor ini, Disperkimtanhub Sulbar berharap budaya tertib berlalu lintas tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat meluas hingga ke lingkungan masyarakat secara umum.

“Diharapkan, inisiatif ini mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di seluruh wilayah Sulbar,” pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *