KAROSSA, RelasiPublik.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karossa terus berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi melalui penyediaan makanan bergizi seimbang bagi para penerima manfaat. Pada Kamis (29/10/2026), SPPG Karossa menyajikan menu makanan yang terdiri dari nasi putih, ayam goreng kecap, tempe marinasi, lalapan timun, dan pisang Cavendish.
Menu tersebut disusun dengan memperhatikan kandungan zat gizi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, hingga lemak yang membantu memenuhi kebutuhan energi. Sementara itu, lalapan timun dan buah pisang menjadi pelengkap untuk menambah variasi makanan serta asupan serat dan zat gizi lainnya.
Nasi putih menjadi sumber karbohidrat utama, sedangkan ayam goreng kecap dan tempe marinasi menyediakan protein hewani dan nabati. Kombinasi kedua sumber protein tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, khususnya dalam mendukung pertumbuhan dan menjaga kebugaran tubuh.
Selain itu, pisang Cavendish dipilih sebagai pelengkap menu karena mengandung karbohidrat, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Kehadiran buah dalam menu harian juga menjadi bagian penting dalam membiasakan pola makan yang beragam dan seimbang.
Berdasarkan informasi kandungan gizi yang tercantum pada menu, porsi kecil menyediakan sekitar 598 kkal, sedangkan porsi besar menyediakan sekitar 822 kkal. Perbedaan jumlah energi tersebut disesuaikan dengan ukuran porsi yang disediakan bagi penerima manfaat.
Melalui penyediaan menu yang bervariasi, SPPG Karossa diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung program pemenuhan gizi, meningkatkan kesadaran akan pentingnya makanan sehat, serta membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi sejak dini.
Pemenuhan gizi yang baik tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh kualitas, variasi, kebersihan, dan keseimbangan zat gizi di dalamnya. Karena itu, penyediaan makanan yang aman dan bergizi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
(*)













