PASANGKAYU, RelasiPublik.id — BKKBN Provinsi Sulawesi Barat melalui bersama Tim kerja pembangunan keluarga
Melaksanakan Verivikasi dan validasi status gangguan perkembangan balita melalui KKA Oleh Kader BKB, pada hari Kamis (14/9/2023).
Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Camat Lariang Bustamin, SK.M, M. Kes., Bhabinkamtibmas Desa Parabu AIPDA Ansar Tanro , dan Penyuluh KB kecamatan Lariang. Dan adapun sasaran peserta yang hadir yaitu Kader BKB dan Ibu yang memiliki Baduta.
Petugas Gizi Puskesmas Lariang Nurul Annisa membawakan materi kepada kader BKB mengenai” Deteksi Dini Masalah Gizi Untuk Balita,” ada
Dimana disampaikan data capaian balita yang ditimbang di Kecamatan Lariang yaitu 575 dari 723 balita atau 79,53%. Sedangkan data rekap Stunting di Kecamatan Lariang sendiri yaitu dari 566 Balita yang diukur terdapat 130 Stunting dengan persentase 22,97%.
Adapun proses menuju Stunting disampaikan diawali dengan berat badan yang tidak naik, berat badan kurang, gizi kurang, Gizi buruk hingga dinyatakan Stunting.
Disampaikan pula 5 pintu menuju Stunting, seperti ganggu pada ibu hamil, IMD yang tidak dijalankan, ASI eksklusif gagal, MPASI tidak benar hingga anak sering Stunting. Selain itu
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada ibu hamil mengenai pentingnya mengidentifikasi gangguan perkembangan balita melalui KKA sejak dini agar perawatan yang sesuai dapat diberikan.
Hal ini merupakan intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam rangka upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. (*)













