Mateng, RelasiPublik.id – BKKBN provinsi Sulbar bersama anggota Komisi IX DPR RI, Andi Ruskati Alibaal, kembali melakukan promosi dan KIE percepatan penurunan stunting, di kabupaten Mamuju Tengah (Mateng),31/01/2004
Dalam kesempatan itu, kepala BKKBN Sulbar Rizky murwanto, menjelaskan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang.
“Terutama sejak dalam kandungan hingga anak usia di bawah 2 tahun atau di 1.000 hari pertama kehidupan. Pendek belum tentu stanting, stunting sudah pasti pendek”ucap Rizky murwanto.
Ia juga mengungkapkan, Sulbar memiliki garis pantai yang panjang, sehingga akses untuk mengonsumsi ikan secara rutin sangat mudah.
“Kandungan omega tiganya pada ikan sangat bermanfaat untuk perkembangan otak anak,”ungkapannya
Lebih lanjut ia mengatakan, BKKBN memiliki tim pendamping keluarga (TKP) yang terdiri dari bidang kader PPK dan kader KB jika butuh pendampingan mereka siap membantu.
“Keluarga harus direncanakan, sehingga perkawinan juga harus direncanakan dengan baik jangan menikah terlalu dini, karena kalau angka stunting tinggi, kemungkinan angka kemiskinan juga tinggi,”terangnya.
Sementara itu, anggota DPR RI Andi Ruskati Alibaal menuturkan bahwa Sulbar berdasarkan SSGI tahun 2022 memiliki angka prevelensi stunting sebesar 35% tertinggi kedua se-indonesia setelah provinsi NTT.
“Kabupaten Mamuju Tengah memiliki angka prevensi stunting sebesar 28, 1%, terendah kedua setelah kabupaten Pasangkayu se Sulawesi Barat,”tutur anggota fraksi Gerindra DPR RI itu.
Untuk diketahui, dalam kegiatan yang diikuti ratusan masyarakat kabupaten Mamuju Tengah itu, turut pula hadir anggota DPR RI provinsi Sulbar Fitriani. (*)













