PasangkayuSulbar

Warga Jengen Raya Apresiasi Salim Mengga Atas Penyelesaian Sengketa Lahan

264
×

Warga Jengen Raya Apresiasi Salim Mengga Atas Penyelesaian Sengketa Lahan

Sebarkan artikel ini

PASANGKAYU, RelasiPublik.id – Masyarakat Desa Jengen Raya, Kabupaten Pasangkayu, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, atas peran aktifnya dalam menyelesaikan persoalan sengketa lahan antara warga dengan salah satu perusahaan sawit di wilayah tersebut.

Sengketa yang telah berlangsung cukup lama ini sempat menjadi sumber keresahan bagi masyarakat. Namun, kabar baik datang setelah penyelidikan yang dilaporkan oleh pihak perusahaan secara resmi dihentikan, sebagaimana tertuang dalam Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP2Lid) Nomor: SP2Lid/Y2/VI/RES.1.24/2025/Ditreskrimum tertanggal 20 Juni 2025.

Kepala Desa Jengen Raya, Abdul Rahim, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelesaian ini tak lepas dari kepedulian dan keterlibatan langsung Wakil Gubernur. “Seandainya bukan Puang Sayye Salim Mengga yang turun langsung, mungkin masalah ini belum selesai sampai sekarang,” ujar Abdul Rahim.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih, warga bersama pemerintah desa berinisiatif memberi nama lapangan sepak bola di desa mereka dengan nama “Lapangan Sepak Bola Salim Mengga Bulu-Bulu.” Nama tersebut merupakan perpaduan antara nama Wakil Gubernur dan kampung kelahiran Kepala Desa Abdul Rahim di Dusun Bulu-Bulu, Desa Rumpa.

“Ini bentuk apresiasi kami. Nama ini kami pilih karena Pak Salim Mengga telah menjadi garda terdepan membela hak masyarakat Jengen Raya,” tambah Abdul Rahim.

Tak hanya kepada Pemerintah Provinsi, masyarakat juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulawesi Barat, atas kepastian hukum yang diberikan sehingga masyarakat dapat kembali hidup dengan tenang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga (SDK-JSM) dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam menyelesaikan berbagai konflik agraria yang melibatkan masyarakat dengan korporasi, khususnya di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *