Mamuju, RelasiPublik.id — Puluhan kendaraan tampak mengantre panjang dan tertahan di area SPBU 74.915.58 Simbuang, Kabupaten Mamuju, Sabtu (20/12).
Kondisi tersebut dipicu oleh terhentinya layanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) akibat gangguan jaringan sistem yang terjadi secara mendadak.
Antrean yang didominasi kendaraan roda dua dan roda empat ini menyebabkan kepadatan di sekitar pintu masuk SPBU.
Para pengendara terpaksa menunggu tanpa kepastian karena mesin pompa tidak dapat memproses transaksi secara digital.
Menurut keterangan salah satu petugas SPBU Simbuang, kendala tersebut bukan disebabkan oleh masalah teknis internal, melainkan gangguan jaringan yang berdampak secara luas.
“Saat ini sedang terjadi gangguan jaringan dan ini berlaku bagi seluruh SPBU di Indonesia. Terkait sampai kapan gangguan ini berlangsung, kami belum bisa memastikan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pusat terkait pemulihan sistem agar pelayanan dapat kembali normal.
Situasi ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat, terutama para pengendara yang sudah terlanjur mengantre panjang. Kurangnya inisiatif petugas dalam memberikan informasi kepada pengendara di barisan depan menjadi sorotan utama.
Hasrillah, salah seorang pengendara yang ikut terjebak antrean, menyayangkan sikap pengelola SPBU yang dinilai tidak sigap memasang pemberitahuan di pintu masuk.
“Kalau memang ada gangguan, seharusnya mereka segera memasang papan informasi atau plang yang menyatakan SPBU Simbuang tutup. Jadi kami tidak perlu membuang waktu mengantre panjang. Bahkan tadi ada mobil ambulans yang ikut mengantre,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pengendara akhirnya memilih keluar dari antrean dan mencari SPBU lain. Namun, kekhawatiran akan gangguan serupa juga membayangi titik pengisian BBM lainnya di wilayah Mamuju.
(*)













