Mamuju, RelasiPublik.id — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga tabung gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, dilaporkan mengalami kenaikan cukup signifikan.
Di sejumlah pengecer, harga gas bersubsidi tersebut bahkan menembus hingga Rp45 ribu per tabung.
Kenaikan harga ini dikeluhkan warga karena jauh di atas harga eceran yang biasa mereka dapatkan.
Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran.
Kadri, salah seorang warga Kecamatan Simboro, mengatakan bahwa kenaikan harga gas 3 kilogram sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Menurutnya, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membeli dengan harga yang lebih mahal karena gas tersebut menjadi kebutuhan utama untuk memasak.
“Biasanya kami beli sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per tabung, tapi sekarang ada yang jual sampai Rp45 ribu. Mau tidak mau tetap dibeli karena kebutuhan dapur,” ujar Kadri, Kamis (12/3).
Ia berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi gas LPG 3 kilogram agar harganya kembali normal.
Menurutnya, lonjakan harga yang terlalu tinggi sangat memberatkan masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama subsidi gas tersebut.
Hal senada juga disampaikan beberapa warga lainnya yang mengaku kesulitan mendapatkan gas dengan harga wajar.
Mereka menduga adanya keterbatasan pasokan di tingkat pengecer sehingga harga menjadi tidak terkendali.
Warga berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat memastikan distribusi gas bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Sementara itu, hingga kini masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
(Hl)













