Mamuju, Relasipublik.id — Ratusan Warga Masyarakat Botteng Bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng (HIPMAB) telah melaksanakan aksi unjuk rasa depan kantor bupati Mamuju untuk meminta perjelasan dan mepertegas bantu dana gempa stimulan tahap II belum ada kejelasan dari pihak pemerintah kabupaten Mamuju, Senin (20/11/2023).
aksi yang berlangsung di depan kantor Bupati Mamuju mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian juga dari satuan Polisi Pamong Praja.
Dan ratusan warga masyarakat Botteng bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng sempat saling dorong mendorong antara aparat kepolisian dan satuan polisi pamong praja digerbang kantor bupati Mamuju.

Jendral Lapangan (Jendlap) Defri mengatakan, aksi ini merupakan aksi yang kesekian kalinya dilakukan terkait kejelasan bantuan gempa tahap dua.
“Hari ini kami menilai Pemkab Mamuju khususnya Bupati Mamuju Sutinah gagal dalam mengawal bantuan gempa,” Kata Defri dalam orasinya
Dia menyebutkan, pada Oktober 2023 lalu Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan BPBD Mamuju telah mengeluarkan stagmen di media bahwa bantuan tahap dua gempa segera Terealisasi kemasyarakatan.
Namun demikian, sampai hari ini bantuan tersebut hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah daerah.
“Masyarakat selalu diiming-imingi dengan janji-janji palsu pemerintah, kami sudah muak mendengar janji-janji itu,” tegasnya.
Massa aksi pun meminta agara Kepala BPBD Mamuju Muhammad Taslim agar dicopot dari jabatannya.
(Hl)













