Polewali MandarSulbar

Anggota Komisi IX DPR-RI Himbau Ibu Hamil Untuk Rutin Ke Posyandu

284
×

Anggota Komisi IX DPR-RI Himbau Ibu Hamil Untuk Rutin Ke Posyandu

Sebarkan artikel ini

Polman, RelasiPublik.id — Anggota Komisi IX DPR-RI Andi Ruskati Ali baal, menghimbau agar seluruh masyarakat khususnya ibu hamil dan yang memiliki anak bahwa 5 tahun rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan di posyandu.

Hal itu disampaikan, saat menghadiri acara sosialisasi program percepatan stunting, yang dilaksanakan BKKBN provinsi Sulbar di desa Tandassura, kecamatan Limboro, kabupaten Polman, Selasa,06/02/2024

Dalam kesempatan itu, ia juga menghimbau pada seluruh orang tua, agar tidak menikahkan anaknya terlalu dini, sebagai upaya mencegah terjadinya stunting.

“Idealnya menurut BKKBN perempuan kalau mau menikah minimal usia 21 tahun, laki-laki 25 tahun”ucap Andi Ruskati.

Selain itu, ia menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi penyakit berulang terutama sejak dalam kandungan hingga anak usia di bawah 1 tahun atau di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Jepang, negara yang kurang stantingnya karena mereka sering makan makanan bergizi terutama ikan, makanya kita harus hidup sehat, jangan merokok,” ujarnya

“Selain itu BKKBN juga menganjurkan cukup dua anak, kalau terlalu banyak tidak terurus, sangat beresiko stunting”sambungannya

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa program percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional dengan target penurunan stunting menjadi 14% pada 2024

“Saat ini saya bersama BKKBN mensosialisasikan program percepatan penurunan stunting,”terangnya

Anggota DPR-RI dari fraksi partai Gerindra itu, juga membeberkan bahwa angka stunting nasional khususnya kabupaten di provinsi Sulbar masih sangat tinggi

“Bahkan menjadi nomor urut 2 setelah NTT masalahnya sangat kompleks banyak yang menikah di bawah 19 tahun, tutupnya

Sementara itu, kepala perwakilan BKKBN Sulbar Rizki murwanto, menyampaikan bahwa BKKBN memiliki program yang disebut bangga kencana program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.

“Stunting itu gangguan pertumbuhan, biasanya ditandai dengan tumbuh pendek, faktor-faktor yang sering menyebabkan stunting, salah satunya jika suami merokok dan istri yang sedang hamil terpapar asap rokok tersebut, juga air yang tidak bersih dan sanitasi buruk” tuturnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *