Bali, RelasiPublik.id— Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Amir A.dado bersama panitia khusus (Pansus) anggota DPRD Sulbar Kunjungan kerja keProvinsi Bali, Senin (14/4/2025).
Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Dr.Hj.Amalia Fitri menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dan informasi berharga yang telah dibagikan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Amalia Berharap, “melalui kunjungan kerja ini, Tim Pansus DPRD Sulawesi Barat dapat mengadopsi dan mengadaptasi berbagai strategi dan inovasi yang telah terbukti berhasil di Bali untuk diterapkan di Sulawesi Barat, demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya”, Harapnya.

Sementara Kadis DP3AP2KB Sulbar Amir A.dado Mengatakan, Pertemuan ini menjadi ajang diskusi dan berbagi informasi mengenai strategi, kebijakan, serta implementasi program-program peningkatan gizi masyarakat yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sebagai referensi dalam penyusunan Ranperda yang sedang dirancang.
“Kami ingin memastikan bahwa Ranperda yang akan dihasilkan nantinya benar-benar dapat menjawab persoalan gizi yang ada di masyarakat Sulawesi Barat. Belajar dari provinsi lain, seperti Sulawesi Selatan, tentu menjadi langkah strategis untuk memperkuat substansi regulasi yang akan disusun,” ujarnya.

Lanjut Amir A.dado Berbagi isu strategis turut dibahas, seperti penanggulangan stunting, pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, penguatan peran lintas sektor, serta alokasi anggaran untuk program-program peningkatan gizi.
“Kunker ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pertimbangan legislasi bagi DPRD Provinsi Sulawesi Barat dalam menyusun regulasi yang tepat sasaran, komprehensif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sulbar melalui perbaikan gizi,” Tutup Amir A.dado.
Kunjungan Kerja Pansus DPRD Sulbar diikuti langsungoleh Hj.Amalia Fitri,SE,MM, Masdar Mahmuddin, Bapak Ir. I Putu Suardana, Bapak Saddam, Ibu Murniati, Ibu Reski Irmayani Mappigau, dan Ibu A. Nurul Fathiyah. Turut mendampingi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Dan
(Adv/Hl)













