MamujuSulbar

Beras di Mamuju Tembus Rp415 Ribu, Pedagang dan Warga Minta Solusi

422
×

Beras di Mamuju Tembus Rp415 Ribu, Pedagang dan Warga Minta Solusi

Sebarkan artikel ini

MAMUJU, RelasiPublik.id – Harga beras di Pasar Lama Mamuju, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), masih bertahan di level tinggi, memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Meski pasokan beras terpantau mencukupi, harga komoditas pokok ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Harga beras kualitas medium ukuran 25 kilogram tercatat mencapai Rp390.000, naik signifikan dari harga sebelumnya di kisaran Rp320.000. Sementara itu, beras premium ukuran serupa kini dibanderol Rp415.000, dari harga normal Rp360.000.

Kondisi ini dirasakan memberatkan oleh masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga yang harus berupaya lebih keras dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Hj. Rosdah, salah satu pedagang beras di Pasar Lama Mamuju, mengungkapkan bahwa tingginya harga jual saat ini tidak terlepas dari harga beli dari distributor yang juga telah meningkat tajam.

“Kami tidak bisa menjual lebih rendah karena modalnya memang sudah tinggi,” Kata Hj. Rosdah, Sabtu (12/7).

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga beras kali ini adalah yang tertinggi yang pernah ia alami sejak mulai berdagang.

“Sejak saya menjual beras, tahun ini yang paling tinggi kenaikannya,” ujarnya.

Menurut Hj. Rosdah, lonjakan harga sudah terjadi sejak setelah Idulfitri dan belum menunjukkan tanda-tanda akan turun. Ia juga mengungkapkan bahwa terakhir kali menerima stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram adalah sebelum Lebaran, sebanyak 100 sak.

Namun, ada kabar dari Bulog yang meminta para pedagang untuk memasukkan data penyaluran dua hari lalu, yang memberi harapan akan segera disalurkannya beras SPHP ke pasaran.

“Semoga beras SPHP ini cepat tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat,” harapnya.

Dampak dari tingginya harga beras sangat dirasakan oleh masyarakat seperti Ibu Nana, seorang ibu rumah tangga yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

“Setiap belanja beras rasanya berat sekali. Dulu saya beli ukuran 25 kilogram, sekarang hanya bisa beli 5 sampai 10 kilogram,” ujar Nana saat ditemui di Pasar Lama.

Ia berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga beras agar beban masyarakat tidak semakin berat.

(hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *