AdvertorialMamujuSulbar

Sulbar Luncurkan Gerakan Mandarras: Siswa SMA/SMK Wajib Baca 20 Buku, Jadi Syarat Kelulusan

379
×

Sulbar Luncurkan Gerakan Mandarras: Siswa SMA/SMK Wajib Baca 20 Buku, Jadi Syarat Kelulusan

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperingati Hari Anak Nasional yang dirangkaikan dengan Kick Off Gerakan Sulbar Mandarras, Rabu (31/7), di SMA Negeri 1 Mamuju.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Gerakan Sulbar Mandarras merupakan inisiatif dari Gubernur Sulbar untuk mendorong peningkatan literasi kalangan pelajar tingkat SMA/SMK.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah melakukan Kick Off Gerakan Sulbar Mandarras, yang fokus utamanya adalah bagaimana ke depan siswa-siswi SMA/SMK di Sulbar mampu menyelesaikan membaca 20 judul buku,” ujarnya.

Mohammad Ali Chandra menekankan pentingnya tinjauan langsung ke sekolah-sekolah guna memastikan kesiapan buku dan fasilitas perpustakaan sebagai bagian dari implementasi program ini.

“Ini semua terlaksana sesuai dengan arahan Bapak Gubernur. Tentu kita akan mengkaji lebih lanjut program ini untuk melahirkan sebuah peraturan gubernur yang mewajibkan siswa SMA/SMK membaca buku sebagai salah satu syarat kelulusan,” ungkapnya.

Terkait penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub), ia menjelaskan bahwa tema 20 buku yang dibaca bisa beragam, mulai dari tokoh, kebudayaan, agama, hingga ilmu sains dan soft skills.

“Anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan lebih di luar kurikulum,” tambahnya.

Ketika Pergub sudah berjalan seluruh instansi OPD yang ada kaitannya boleh berbuat karena sudah ada landasannya.

“Seperti Dinas Perpustakaan maumasuk disekolah karena memiliki perpustakaan harus kordinasi bidang SMA/SMK”,

Kemudian kesiapan pengawas sekolah betul-betul mengawasi program ini.

“Jangan Sampai sudah ditetapkan Pergub tapi tidak dijalankan itu bagi dari evaluasi, SMA/SMK itu ada pengawas sekolah untuk melihat sejauh mana perkembangan program ini,”

Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca, meningkatkan pemahaman literasi, serta membentuk karakter pelajar yang mandiri, cerdas, dan berbudaya.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan berbagai acara yang melibatkan pelajar, guru, serta tokoh pendidikan setempat.

Selain menjadi ajang peringatan Hari Anak Nasional, kegiatan ini juga menjadi momentum awal bagi sekolah-sekolah di Sulbar untuk mulai menerapkan program literasi secara masif dan terstruktur

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *