Sulteng

Mahasiswa Politeknik Palu Soroti Akademik dan Fasilitas Kampus Tak Mendukung

230
×

Mahasiswa Politeknik Palu Soroti Akademik dan Fasilitas Kampus Tak Mendukung

Sebarkan artikel ini

PALU, RelasiPublik.id — Rahmat Hidayat Dahlan, mahasiswa Program Studi Teknik Mekanisasi Pengolahan Politeknik Palu, menyampaikan sejumlah keresahan terkait berbagai persoalan akademik dan fasilitas kampus yang dinilai belum optimal sejak 2019 hingga 2025.

Keluhan tersebut muncul dari berbagai jurusan dan disampaikan melalui diskusi internal mahasiswa serta media sosial.

Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah proses belajar mengajar pada periode 2021–2025 yang dinilai lebih sering dilakukan secara daring dibandingkan luring.

Selain itu, kondisi fasilitas penunjang perkuliahan juga dianggap belum memadai.

Beberapa mahasiswa mengeluhkan keterbatasan alat praktikum, ruang belajar yang kurang nyaman, serta perawatan fasilitas yang dinilai belum maksimal.

“Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pembelajaran, khususnya pada mata kuliah praktik yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi,” kata Rahmat, Selasa (6/1).

Rahmat menilai layanan tersebut masih memerlukan pembenahan, terutama terkait transparansi birokrasi terhadap mahasiswa dan lembaga-lembaga kemahasiswaan.

“Proses pengurusan dokumen akademik, penyampaian informasi jadwal, hingga koordinasi antara pihak kampus dan mahasiswa belum berjalan secara efektif”, pangkasnya.

Hal ini kerap menimbulkan kebingungan dan keterlambatan dalam kegiatan akademik.

Rahmat juga mengungkapkan dugaan bahwa pembelajaran yang lebih sering dilakukan secara daring berkaitan dengan belum dibayarkannya gaji dosen dan pegawai Politeknik Palu.

Kurangnya respons dan kejelasan dari birokrasi kampus terkait persoalan tersebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk situasi akademik.

“Saya berharap pihak kampus lebih terbuka terhadap aspirasi mahasiswa. Kami tidak menuntut berlebihan, hanya ingin proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan sesuai standar pendidikan vokasi, yaitu 40 persen teori dan 60 persen praktik,” tutup Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan pihak kampus Politeknik Palu belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan mahasiswa.

(H)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *