Uncategorized

Rapim Polda Sulbar, Tidak Lanjuti Hasil Rapim TNI-Polri dan Rapim Internal Polri

35
×

Rapim Polda Sulbar, Tidak Lanjuti Hasil Rapim TNI-Polri dan Rapim Internal Polri

Sebarkan artikel ini

Rapim Polda Sulbar, Tidak Lanjuti Hasil Rapim TNI-Polri dan Rapim Internal Polri

Polda Sulbar – Menindaklanjuti hasil rapat pimpinan TNI-Polri dan rapat pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Rapim Polri) internal, Polda Sulbar menggelar rapat pimpinan (Rapim) tingkat wilayah, Rabu (18/2/26) di Aula Marannu.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun strategi komprehensif dan merumuskan kesiapan penanganan dampak situasi global yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional hingga ke tingkat daerah.

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kondisi dunia saat ini berada pada titik yang tidak menguntungkan.

Berangkat dari arahan Presiden dan Kapolri terkait situasi terkini, Kapolda menjelaskan bahwa sejumlah konflik skala global seperti perang antara Rusia dan Ukraina, serta ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat dan Israel, telah memberikan dampak luas yang tak bisa diabaikan.

“Dampak dari konflik tersebut tidak hanya terbatas pada wilayah yang berseteru, melainkan akan menjalar hingga Indonesia dalam bentuk krisis ekonomi dan logistik. Ini akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok, penurunan daya beli masyarakat (deflasi), peningkatan angka pengangguran, serta munculnya tekanan sosial dan politik. Tak hanya itu, ancaman keamanan seperti terorisme, radikalisme dan kejahatan siber juga akan semakin menguat,” jelas Kapolda.

Ia menambahkan bahwa jika situasi ekonomi masyarakat menjadi goyah dan mereka merasa tidak mendapatkan perlindungan yang memadai dari negara, risiko munculnya perlawanan serta rasa tidak percaya terhadap institusi negara akan semakin besar.

“Ketika negara tidak stabil, berbagai bentuk gangguan keamanan akan bermunculan, termasuk munculnya kebencian terhadap negara dan aparat penegak hukumnya,” ucapnya.

Menurut hasil analisis NSCI, persepsi dunia terhadap keamanan Indonesia saat ini belum optimal. Hal ini berpotensi menghambat masuknya investasi baru dan bahkan membuat investor yang sudah ada mempertimbangkan untuk menarik diri.

Sebagai institusi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, hal ini menjadi tantangan besar yang harus kita hadapi dengan langkah konkret agar situasi di Sulbar tetap stabil, tegas Kapolda.

Untuk itu, Kapolda menetapkan 5 prioritas utama yang harus segera dijalankan oleh seluruh jajaran Polri di Sulawesi Barat:

1. Mengidentifikasi personel yang siap bertugas, ukur kekuatan logistik dan alokasi anggaran.

2. Pemetaan wilayah hukum secara detail di seluruh daerah di Sulbar untuk mengetahui potensi risiko dan titik kritis yang perlu diperhatikan.

3. Penyusunan metode penanganan mandiri untuk setiap permasalahan yang muncul di masing-masing wilayah hukum.

4. Pembangunan dan penguatan dukungan dari kekuatan pam swakarsa di setiap wilayah hukum sebagai mitra dalam menjaga stabilitas.

5. Analisis dan evaluasi berkala terhadap metode pengamanan yang telah diterapkan untuk memastikan efektivitasnya.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan arahan penting berdasarkan harapan Presiden kepada Polri, yaitu untuk menjadi “polisi rakyat” yang melayani dengan hati, menjunjung tinggi nilai pengabdian, kejujuran dan memberikan perlindungan tanpa jarak kepada masyarakat.

Selanjutnya, Sinergi antara TNI dan Polri juga harus terus diperkuat agar keduanya dapat menjadi institusi yang dicintai masyarakat sebagai kunci utama stabilitas nasional, tutur Kapolda.

Dalam penegakan hukum, Polri juga ditekankan untuk mengambil sikap tegas terhadap berbagai kejahatan yang merugikan negara dan masyarakat, mulai dari manipulasi perdagangan yang menyebabkan kebocoran ekonomi, korupsi, peredaran narkoba, hingga pelaku kerusuhan sosial.

Untuk mendorong kinerja unggul, pihaknya juga akan memberikan reward kepada personel yang berhasil mencatatkan prestasi.

Tak hanya fokus pada keamanan, harapan Presiden kepada Polri juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, penanganan bencana alam, serta MBG dan jangan melupakan sejarah sebagai pondasi yang memperkokoh rasa cinta tanah air, tambahnya.

Kapolda dalam hal ini juga menegaskan bahwa seluruh personel Polri harus menjadi teladan bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi moralitas dan menjaga ketertiban pribadi, berdasarkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Bersamaan itu, Kapolda juga menyampaikan arahan Kapolri untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan publik serta respons lapangan melalui SPKT, Call Center 110 dan Samapta.

Tak hanya itu, Kapolda menambahkan agar tugas lebih efektif kita juga harus mampu memahami karakteristik generasi Z sebagai bentuk investasi perubahan sosial yang jumlahnya saat ini dominan diangka 75 juta jiwa dibanding generasi lainnya.

Pendekatan yang digunakan harus berbasis dialog dan humanis, dengan respons yang cepat dan solutif, komunikasi yang sederhana dan visual, serta sikap yang tegas namun adil, sekaligus tetap menjadi teladan yang transparan, jelas Kapolda.

Sebagai bentuk komitmen terhadap integritas institusi, Kapolda memberikan perintah tegas bahwa setiap personel Polri yang melanggar aturan tidak akan mendapatkan toleransi.

“Kalau ada laporan yang terbukti benar, saya tidak perlu memberikan teguran lagi langsung saya copot. Peraturan ini berlaku bagi semua personel tanpa terkecuali,” tegas Kapolda mengutip perintah Kapolri.

Menutup paparannya, Kapolda mengingatkan seluruh peserta Rapim untuk menjadikan pengabdian kepada negara dan masyarakat sebagai ladang amal yang akan mengantarkan menuju Syurganya Allah Subuhanahu Wataalah.

Dan jangan pernah menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan yang diberikan, karena hal itu dapat menjerumuskan kita ke Nerakannya Allah Subuhanahu Wataalah,” pesannya.

Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Polda Sulbar – Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan aman dan kondusif dalam momentum Hari Buruh Nasional, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menggelar Apel Siaga Kesiapan Pengamanan, Jumat (1/5/26) di Lapangan Tribrata Mapolda. Apel tersebut diikuti oleh ratusan personel yang tampak siap siaga lengkap dengan peralatan serta kendaraan operasional yang memadai. Kehadiran personel ini menjadi bukti keseriusan dan kesiapan penuh Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sulbar. Kegiatan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Achmad Imam Rifai, dan dipantau secara langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, serta dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Mapolda Sulbar. Dalam arahannya, Kombes Pol Achmad Imam Rifai menegaskan bahwa pengamanan ini dilaksanakan untuk mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. “Kita bersiaga karena adanya kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Buruh dan menyampaikan pendapat. Menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional mereka, maka kehadiran kita adalah untuk memberikan pelayanan agar penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib dan aman,” tutur Karo Ops. Lebih lanjut ia menyampaikan, sebagai aparat penegak hukum dan pengawal keamanan, personel harus mampu mengarahkan setiap kegiatan masyarakat ke arah yang positif, damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. “Kami hadir untuk mengawal dan mengarahkan. Jika pun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kesiapan personel dan peralatan hari ini adalah bentuk antisipasi terbaik kita dalam menjaga keamanan serta ketertiban umum,” tegasnya. Dengan digelarnya apel ini, Polda Sulbar memastikan seluruh elemen sudah siap diturunkan ke lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan di hari libur nasional ini. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas…

Hari Buruh Nasional, Kapolda Sulbar Apresiasi Peran Buruh sebagai Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Polda Sulbar – Peringatan Hari Buruh Nasional yang jatuh setiap tanggal 1 Mei menjadi momentum penting sebagai bentuk pengakuan negara atas kontribusi besar para buruh dan pekerja. Kepolisian Daerah Sulawesi Barat juga menegaskan bahwa elemen buruh merupakan salah satu pilar strategis dalam roda pembangunan nasional serta menjadi penggerak utama ekonomi bangsa. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, melalui berbagai saluran resmi Polda Sulbar. Pihaknya turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi kepada para pekerja di seluruh wilayah hukum Polda Sulbar maupun nasional. “Peringatan Hari Buruh ini merupakan bukti nyata pengakuan bahwa buruh adalah elemen yang sangat strategis. Mereka memiliki peran vital tidak hanya dalam pembangunan nasional, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi negara,” tutur Kapolda. Menurut Kapolda, kesejahteraan dan ketenangan para pekerja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari stabilitas negara. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat dihargai dan didukung penuh dalam kerangka hukum yang berlaku. Di tengah peringatan hari besar ini, Irjen Pol Adi Deriyan juga berharap momentum Hari Buruh dapat diisi dengan kegiatan yang positif, tertib dan damai. “Melalui momen yang istimewa ini, saya berharap situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan baik, aman dan kondusif. Mari kita jaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan bersama,” tutup Kapolda. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Hari Buruh Nasional, Kapolda Sulbar Apresiasi Peran Buruh…