MamujuSulbar

Ratusan Petani Sawit Tommo Kembali Kepung PT MUL, Desak Dahlan Parats Mundur dari Jabatan GM

56
×

Ratusan Petani Sawit Tommo Kembali Kepung PT MUL, Desak Dahlan Parats Mundur dari Jabatan GM

Sebarkan artikel ini

Mamuju, RelasiPublik.id — Ratusan petani sawit bersama masyarakat dari Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, kembali menggelar aksi demonstrasi di depan PT Manakarra Unggul Lestari (MUL), Jumat (19/6).

Dalam aksi tersebut, massa secara tegas mendesak Ir. Dahlan Parats untuk mundur dari jabatannya sebagai General Manager (GM) PT MUL.

Para demonstran menilai kepemimpinan dan sejumlah kebijakan perusahaan di bawah Dahlan Parats tidak berpihak kepada kepentingan petani dan masyarakat sekitar.

Menurut mereka, berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan belum mendapat penyelesaian yang memadai, sehingga berdampak pada kondisi ekonomi dan kesejahteraan petani.

Massa aksi menyampaikan bahwa keberadaan perusahaan seharusnya memberikan manfaat dan membuka ruang kemitraan yang adil bagi masyarakat.

“Namun, para petani mengaku masih menghadapi berbagai kendala yang dinilai merugikan dan menghambat peningkatan kesejahteraan mereka,” kaya AA dalam organisasinya.

Kami para demonstran meminta manajemen PT MUL serta pihak terkait untuk segera mengevaluasi kinerja pimpinan perusahaan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Mereka berharap adanya perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani, transparan, serta mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat di wilayah operasionalnya,” pangkasnya.

Sebulan nya telah diberitakan
Gelombang kemarahan ratusan petani kelapa sawit di Kecamatan Tommo pecah. Mereka mengepung dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di area PT Manakarra Unggul Lestari (MUL), Kamis (18/6).

Aksi solidaritas ini dipicu oleh kebijakan sepihak manajemen perusahaan yang dinilai “tebang pilih” dan mencekik urat nadi perekonomian petani lokal dalam proses penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Petani meradang setelah kendaraan pengangkut milik mereka dilarang keras memasuki area pabrik dengan dalih antrean yang membludak.

Ironisnya, di saat truk petani lokal tertahan dan buah sawit mereka terancam membusuk, kendaraan milik mitra eksklusif dan jaringan tertentu justru melenggang bebas masuk ke area timbangan untuk bongkar muat.

“Padahal semua buah sama-sama dari petani, seharusnya perusahaan ini adil tidak tebang pilih!” Kata AA, salah satu perwakilan petani dengan nada geram saat diwawancarai RelasiPublik.id.

Diskriminasi nyata ini memicu tensi tinggi di lapangan. Petani merasa dirugikan secara finansial karena proses penjualan hasil keringat mereka dihambat secara sengaja oleh sistem yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

Hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan PT MUL tidak meberikan keterangan terkait aksi demonstrasi petani sawit di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju.

(Hl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *