Mamuju, RelasiPublik.id — Ratusan relawan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di Mamuju dengan menyampaikan aspirasi agar program tersebut tidak dihentikan.
Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster berisi dukungan terhadap keberlanjutan program yang dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi para relawan yang terlibat.
Salah seorang relawan MBG, Rani, mengatakan bahwa aksi damai tersebut merupakan bentuk kepedulian para relawan terhadap keberlangsungan program yang selama ini telah berjalan.
Menurutnya, selain membantu memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat, program MBG juga menjadi sumber penghasilan bagi banyak relawan dan pekerja yang terlibat dalam proses penyediaan hingga pendistribusian makanan.
“Kami hadir di sini untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Harapan kami sederhana, jangan hapus program MBG. Program ini telah memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan juga menjadi tempat kami mencari nafkah. Jika memang ada kekurangan dalam pelaksanaannya, kami berharap dilakukan evaluasi dan perbaikan, bukan dihentikan,” ujar Rani, Senin (29/6).
Ia menjelaskan bahwa di balik pelaksanaan program MBG terdapat banyak pihak yang menggantungkan harapan, mulai dari relawan, juru masak, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha mikro yang menjadi mitra penyedia kebutuhan dapur.
Karena itu, menurutnya, penghentian program akan berdampak luas terhadap masyarakat.
Dalam aksi tersebut, para relawan secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi harapan agar pemerintah tetap melanjutkan program MBG.
Mereka menilai program tersebut memiliki tujuan mulia dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok penerima manfaat, sehingga perlu terus didukung dengan perbaikan sistem pelaksanaan apabila masih ditemukan kendala di lapangan.
Selain berorasi, massa aksi juga membentangkan spanduk bertuliskan berbagai pesan dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Meski jumlah peserta mencapai ratusan orang, aksi berlangsung tertib dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.
Para peserta mengaku sengaja memilih aksi damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang menghormati aturan dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Rani berharap pemerintah dapat mendengarkan suara para relawan yang setiap hari terlibat langsung dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, keberlanjutan MBG bukan hanya menyangkut keberlangsungan pekerjaan para relawan, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat yang telah merasakan manfaat dari program tersebut.
“Kami percaya pemerintah akan mempertimbangkan aspirasi kami. Kami hanya ingin program ini tetap berjalan dengan lebih baik ke depannya sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh masyarakat luas,” tutupnya.
Para relawan berharap aspirasi yang disampaikan melalui aksi damai tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait keberlanjutan program Makanan Bergizi Gratis.
Mereka juga menyatakan siap mendukung setiap upaya evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan program demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(Hl)













