Uncategorized

Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

46
×

Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

Sebarkan artikel ini

MAMUJU, RelasiPublik.id — Peristiwa haru sekaligus memprihatinkan terjadi di Desa Kopeang, Sulawesi Barat. Seorang ibu bernama Ratna terpaksa melahirkan di tengah perjalanan menuju fasilitas kesehatan akibat keterbatasan akses layanan medis. Kejadian ini menjadi sorotan serius dan dinilai sebagai alarm pentingnya integrasi serta sinergitas layanan kesehatan, khususnya bagi warga marginal di wilayah terpencil.

Insiden tersebut tidak hanya menggugah empati publik, tetapi juga membuka mata berbagai pihak terhadap masih adanya celah dalam sistem pelayanan kesehatan. Keterbatasan akses, minimnya sarana transportasi darurat, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor disebut menjadi faktor utama yang memicu kondisi darurat itu terjadi di jalan.

Kepala Bidang Dokkes Polda Sulbar, Kombes Pol dr. Effri Susanto, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Ia menilai, pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan aparat keamanan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sistem pelayanan kesehatan harus terintegrasi. Sinergi antar stakeholder mutlak diperlukan agar masyarakat, khususnya di daerah terpencil, mendapatkan penanganan cepat dan tepat,” tegas Effri. Jumat 24 April 2026.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Kedokteran Kepolisian dalam menjangkau masyarakat yang sulit mengakses layanan medis. Fungsi Dokkes Polri, menurutnya, dapat menjadi garda pendukung melalui pelayanan kesehatan lapangan, bantuan evakuasi medis, hingga respons cepat dalam situasi darurat.

Selain itu, peningkatan kesiapsiagaan di tingkat desa dinilai krusial. Penyediaan transportasi darurat, penguatan fasilitas kesehatan dasar, serta edukasi kepada masyarakat terkait tanda-tanda persalinan berisiko menjadi langkah preventif yang harus diperkuat secara berkelanjutan.

Peristiwa yang dialami Ibu Ratna diharapkan menjadi titik balik dalam pembenahan sistem layanan kesehatan di Sulawesi Barat. Dengan integrasi yang kuat dan sinergitas lintas sektor, akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat bukan lagi sekadar harapan.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa tantangan pemerataan layanan kesehatan masih besar. Dibutuhkan komitmen bersama agar setiap warga negara, tanpa terkecuali, memperoleh hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Polda Sulbar – Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan aman dan kondusif dalam momentum Hari Buruh Nasional, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat menggelar Apel Siaga Kesiapan Pengamanan, Jumat (1/5/26) di Lapangan Tribrata Mapolda. Apel tersebut diikuti oleh ratusan personel yang tampak siap siaga lengkap dengan peralatan serta kendaraan operasional yang memadai. Kehadiran personel ini menjadi bukti keseriusan dan kesiapan penuh Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sulbar. Kegiatan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Achmad Imam Rifai, dan dipantau secara langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, serta dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama Mapolda Sulbar. Dalam arahannya, Kombes Pol Achmad Imam Rifai menegaskan bahwa pengamanan ini dilaksanakan untuk mengawal hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. “Kita bersiaga karena adanya kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Buruh dan menyampaikan pendapat. Menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional mereka, maka kehadiran kita adalah untuk memberikan pelayanan agar penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib dan aman,” tutur Karo Ops. Lebih lanjut ia menyampaikan, sebagai aparat penegak hukum dan pengawal keamanan, personel harus mampu mengarahkan setiap kegiatan masyarakat ke arah yang positif, damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. “Kami hadir untuk mengawal dan mengarahkan. Jika pun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kesiapan personel dan peralatan hari ini adalah bentuk antisipasi terbaik kita dalam menjaga keamanan serta ketertiban umum,” tegasnya. Dengan digelarnya apel ini, Polda Sulbar memastikan seluruh elemen sudah siap diturunkan ke lapangan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan di hari libur nasional ini. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Siaga Penuh Hari Buruh, Polda Sulbar Pastikan Kamtibmas…