Mamuju,RelasiPublik.id–kisru tentang izin pertambangan yang ada di Kecamatan Tapalang Barat yakni Desa Lebani yang diributkan oleh pihak pemda dalam hal ini bupati Mamuju dan dari pihak pertambangan itu sendiri.
Inal Tanumi salah satu Anggota Mapala Reinkarnasi Sulawesi Barat ikut memberikan komentar kepada pemerintah agar dilakukakn kajian lebih lanjut untuk kelestarian lingkungan alam sekitar di lokasi Pertambang tersebut.kamis-11-08-2022

“Alasannya karena disepanjang garis pantai kecamatan Tapalang Barat tersebut juga sebagai salah satu habitat atau tempat burung maleo atau yang lebih dikenal dengan burung mamuang oleh warga sekitar untuk berkembang biak,
Lanjut Inal’ selain itu abrasi pantai yang terjadi beberapa bulan yang lalu di desa lebani bisa saja berkaitan dengan reklamasi yang dilaksanakan oleh perusahaan Tambang yang saat ini sedang berjat di desa Labuang Rano

“Belum lagi hutan mangrove dan karang yang berpotensi akan tergusur dan ditimbun oleh rencana pembangunan pelabuhan seperi yang di desa labuang rano
Masih dia’Jauh sebelum itu harusnya DLHK sudah mempertimbangkan matang-matang untuk perizinan tambang tersebut.
Dan juga pihak perusahaan bisa mengadakan sosialisasi tentang Corporate Social Responsibility atau CSR tempat perusahaan tambang yang beraktivitas.
“Jadi Perusahaan juga harus lebih memberi perhatian pada hewan endemik yang ada di daerah tersebut yaitu Maleo/Mamuang dengan membuatkan penangkaran untuk kelanjutan hidup hewan yang kerap kali menjadi maskot untuk kabupaten Mamuju, bahkan Sulawesi Barat.”
“inshaallah dalam waktu dekat kami yg tergabung di Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tapalang akan mengadakan dialog dan diskusi terkait hal tersebut.”
pungkas Inal Tanumi melalui Rilis tertulisnya yang di kirim ke WhatsApp Reporter media ini’ Inal adalah salah satu Anggota Mapala Reinkarnasi Sulawesi Barat dan Demisioner Humas Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tapalang.
Sampai berita ini di terbitkan reporter media ini masih mencoba menghubungi kontak Pihak persahaan yang melakukan reklamasi di pantai desa labuang rano.













