AdvertorialMamuju TengahSulbar

Kakanwil Kemenag Sulbar Launching 2 Desa Di Mamuju Tengah Sebagai Moderasi Beragama

311
×

Kakanwil Kemenag Sulbar Launching 2 Desa Di Mamuju Tengah Sebagai Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini

Mamuju Tengah, RelasiPublik.id – Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah meresmikan Kampung Moderasi beragama. Yang dilaksanakan di Kecamatan Budong-Budong, Desa Babana. Selasa, 25 Juli 2023

Launching Kampung Moderasi Beragama ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat H. Syafrudin Baderung, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah H. Askary Anwar, Kepala Bidang Bimas Islam H.Muhammad Dinar Faisal, Kepala Kemenag Kab. Mamuju Tengah H. Muliadi, Perwakilan Polres Mamuju Tengah, yang mewakili Perwira Penghubung Kodim 1418 Mamuju, Ketua MUI Mamuju Tengah, Ketua FKUB Mamuju Tengah, Camat Budong – Budong, Kepala Desa Babana, Kepala Desa Salugatta, serta para tokoh agama dari lima agama , para kepala seksi dan penyelenggara lingkup Kemenag Mateng

Desa Babana dan Salugatta ditunjuk menjadi Kampung moderasi beragama di Kabupaten Mamuju Tengah ini dengan pertimbangan-pertimbangan, diantaranya:

Jumlah penduduk berdasarkan agama yang dianut oleh penduduk desa babana menunjukkan jumlah penduduk berdasarkan agama yang dianut terbagi dalam 5 golongan yakni Islam Kristen Katolik Hindu dan penghayat kepercayaan

Dari total jumlah penduduk di desa babana sebanyak 5.535 jiwa Mayoritas penduduk desa ini sebanyak 5.322 jiwa merupakan penduduk yang menganut agama Islam sedangkan yang menganut agama kristen sebanyak 208 jiwa agama Katolik 1 jiwa agama Hindu 3 jiwa dan penghayatan kepercayaan 1 (satu) jiwa .

Di Desa Babana dan Desa Salugatta terbagi dalam 30 etnis. diantaranya, ada Aceh, Jawa, Bali, Lombok, Nusa tenggara Timur, Sunda, Madura , Padang, Piso, Bugis, Makassar, Enrekang , Palopo, Mandar, Mamuju, Mambi, Mamasa, Kaili dan masih banyak lagi etnis setra suku dan budaya yang mendiami dua Desa yang masuk wilayah Kecamatan Budong – budong ini.

Berdasarkan dari total jumlah penduduk di desa babana sebanyak 5.335 jiwa mayoritas penduduk desa ini tepatnya 1943 jiwa merupakan etnis Mamuju sedangkan paling sedikit yaitu etnis Aceh, Buton dan merekang Nusa Tenggara Timur, Padang, Palopo, Poso, Sunda dan Topoyo masing-masing sebanyak 1 jiwa

Kemudian desa salugata dengan luas wilayah 1675,025 hektar jumlah keluarga jumlah KK 1050 3.472 jiwa dengan jumlah Dusun 8 dan RT 22 mayoritas warganya bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit sekitar 80% dan 20% lainnya berprofesi sebagai ASN dan di bidang jasa. Untuk kepercayaan, agama Islam 85% Buddha 10% dan Kristen 5%, sedangkan jumlah rumah ibadah masing-masing masjid 6, gereja 1 dan Vihara 1 buah.

Desa Babana dan Desa Salugatta sebagai Kampung moderasi beragama di Kabupaten Mamuju Tengah dikarenakan kedua Kampung tersebut memenuhi indikator Kampung moderasi yaitu masyarakatnya memiliki pahan moderasi yang baik masyarakatnya hidup rukun dan damai.

Kakanwil Kemenag Sulbar H. Syafrudin dalam sambutannya mengatakan, Kampung Moderasi beragama merupakan program yang dimiliki Kementerian Agama Republik Indonesia yang kemudian menjadi Rencana Pembagunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang dibuat oleh Presiden RI yakni penguatan Moderasi Beragama dan ini menjadi tugas Kementerian Agama.

Kakanwil kembali mengingatkan untuk tidak salah mengartikan tentang Moderasi Bergama.

“Terkait moderasi beragama sekali lagi jangan salah tangkap, jangan salah paham bahwa ini bukan moderasi agama, melainkan moderasi beragama, tentang sikap dalam beragama, dalam pemikiran beragama, dalam kehidupan beragama ini yang harus moderat, sehingga tercipta kerukunan dalam umat beragama,” tegasnya.

Kampung Moderasi Beragama menjadi harapan dan inspirasi dalam sebuah upaya memperbaiki, dan menjaga hubungan antar keyakinan umat beragama, sebagai bagian menjaga negara kesatuan Republik Indonesia dengan saling menghormati dan saling memahami.

“Kampung Moderasi Beragama merupakan inisiatif luar biasa untuk mempromosikan harmoni dan toleransi keagamaan yang menunjukkan nilai-nilai saling menghormati, memahami, dan bekerja sama di antara kelompok agama yang beragama,” pungkasnya

Setelah Lounching, juga dilaksanakan penandatanganan deklarasi damai umat beragama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *