Uncategorized

APBD SERTA PUBLIC VALUE

232
×

APBD SERTA PUBLIC VALUE

Sebarkan artikel ini

APBD SERTA PUBLIC VALUE

Oleh: DR. H. Suhardi Duka, MM

Pelaksanaan APBD tahun 2024 diganjar BPK dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Walau masih meninggalkan sederet catatan, WTP sebagai opini BPK atas ‘ketaatan di atas kertas’ pada pelaksanaan APBD tahun 2024 itu tetap jadi satu hal yang wajar untuk dijadikan satu kebanggan.

Apresiasi kepada dua kepala daerah definitif sebelumnya. Termasuk untuk tiga Pelaksana tugas gubernur yang telah bekerja secara maksimal hingga WTP itu dapat diraih sekaligus dipertahankan hingga 11 kali berturut-turut.

Saya banyak mendengar masukan dan catatan kritis dari DPRD atas pelaksanaan APBD tahun 2024. Jika dikerucutkan, kesemuanya bermuara pada desakan agar pelaksanaan APBD di tahun-tahun mendatang dijalankan secara efektif, efisien dan juga transparan.

Secara umum, saya dan tentu saja Pak Wakil Gubernur punya semangat yang sama untuk hal tersebut. APBD memang wajib digulirkan secara efektif, efisien serta transparan. Tak cuma di masa eksekusinya saja. Prinsip efektif, efisien dan transparan itu mesti jadi landasan utama sejak proses perencanaan serta pengawasannya.

Di tengah kian beratnya tantangan zaman, berbarengan dengan ragam persoalan yang masih membelit masyarakat Sulawesi Barat, struktur bangun APBD kita belum sepenuhnya cukup untuk membawa masyarakat sepenuhnya keluar dari belitan persoalan itu. Tingginya angka kemiskinan, kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta sederet persoalan lainnya, hampir mustahil menuntaskannya jika hanya bersadar pada komponen pendapatan daerah dalam APBD.

Stuktur APBD kita masih sangat tergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita hanya menopang sekitar 27 Persen dari total APBD. Bandingkan dengan daerah lain yang sudah ada di angka 53 Persen. Artinya memang tingkat ketergantungan kita terhadap dana transfer dari pusat masih sangat tinggi. Sekaligus menggambarkan betapa rendahnya PAD kita selama ini.

Salah satu upaya untuk memaksimalkan PAD di Sulawesi Barat yang saya bersama Pak Wakil Gubernur gagas adalah dengan membentuk satu kelembagaan baru. Sebuah lembaga yang tupoksinya satu; mengurusi pendapatan daerah. Alhamdulillah, ide tersebut telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.

Dari apa yang saya amati, jalannya APBD di Sulawesi Barat selama ini seperti tak punya arah yang jelas. Mekanismenya bak pesawat terbang dengan aktivasi mode auto pilot. Tak sepenuhnya keliru, tapi menurut saya mesti diperbaiki.

Selama ini, kita seolah berebut, berlomba untuk bagaimana membelanjakan anggaran. Terlalu asyik dengan hal itu, kita sampai lupa bagaimana cara mendapatkan anggaran. Mindset seperti ini harus diubah, mendapatkan anggaran sekaligus membelanjakannya. Itu yang penting, secara bijak tentu saja.

APBD kita belum disertai public value. Itu yang saya amati selama ini. Buktinya, angka kemiskinan masih tinggi, layanan pendidikan dan kesehatan belum maksimal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah, hingga kesejahteraan masyarakat masih jauh dari harapan.

Di masa mendatang, pelaksanaan APBD tak boleh lagi berjalan secara auto pilot. Ia wajib dijalankan dengan jelas, terarah dan tentu saja selaras dengan visi misi pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat. Hal yang jadi penegasan saya adalah tak boleh ada program yang muncul tanpa alur regulasi, semua harus taat pada kaidah dan jalur koordinasi perencanaan yang jelas sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

Saya telah memberi penegasan kepada para OPD untuk mampu mengejewantahkan visi misi itu dalam bentuk program kerja yang konkret. Punya efek manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Pelaksanaan APBD di masa mendatang tak cukup hanya dengan ketaatan secara administrasi saja. Ia hendaknya punya daya dorong yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di titik itulah mengapa publik value wajib mengiringi dokumen APBD Sulawesi Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kapolda Sulbar Pimpin Pelatihan Pra Operasi Sikat Marano 2026: Tekan Kriminalitas, Ciptakan Kamtibmas Kondusif Polda Sulbar – Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, memimpin langsung kegiatan Pelatihan Pra Operasi Sikat Marano Tahun 2026, Senin (20/4/26) di Aula Marannu Mapolda. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah kesiapan dan penyamaan persepsi seluruh jajaran dalam upaya menekan angka kriminalitas serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Sulbar. Dalam arahannya kepada seluruh peserta pelatihan, Kapolda menjelaskan bahwa dasar dilaksanakannya operasi ini adalah untuk mengantisipasi meningkatnya potensi gangguan kamtibmas. Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk keperluan ibadah, sosial, ekonomi, serta berbagai kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan keramaian. Kondisi tersebut seringkali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindak pidana seperti premanisme, Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), Pencurian Dengan Kekerasan (Curas), hingga Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Selain itu, potensi kerawanan lain seperti penganiayaan, penyalahgunaan senjata tajam, hingga peredaran minuman keras ilegal juga menjadi perhatian serius, tegas Irjen Pol Adi Deriyan. Kapolda menekankan bahwa Operasi Sikat Marano 2026 hadir untuk menjalankan peran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Secara khusus, Kapolda menyoroti maraknya kasus pencurian sawit yang sering dilaporkan, khususnya dari wilayah Mamuju Tengah dan Pasangkayu. “Kita harus segera merubah strategi penanganan. Jangan pernah ragu dalam melakukan penegakan hukum. Saya perintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta untuk mengejar dan menangkap pelaku kejahatan. Tidak ada ruang untuk penyelesaian di luar proses hukum (RJ) dalam kasus-kasus yang meresahkan masyarakat,” tegasnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kejahatan terjadi karena adanya kesempatan. Oleh karena itu, tugas utama kepolisian adalah meniadakan kesempatan tersebut melalui patroli yang efektif, pemetaan wilayah rawan dan pengawasan yang ketat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan lima penekanan penting kepada seluruh personel yang akan terlibat dalam operasi: 1. Laksanakan dengan Maksimal: Jalankan operasi ini dengan sungguh-sungguh dan hilangkan kesan rutinitas, sehingga tujuan operasi dapat tercapai secara maksimal. 2. Pendekatan Humanis: Terus lakukan pendekatan yang humanis kepada seluruh elemen masyarakat guna menjaga hubungan baik. 3. Tegas dan Terukur: Laksanakan penegakan hukum yang tegas namun tetap profesional dan terukur terhadap para pelaku kejahatan. 4. Jaga Kepercayaan: Hindari tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. 5. Keselamatan Utama: Selalu jaga keselamatan dalam pelaksanaan tugas dan tetap berpedoman pada prosedur serta aturan yang berlaku. Kapolda juga mengingatkan agar personel tidak hanya sekadar melakukan patroli fisik, tetapi juga mampu memahami akar permasalahan sosial di masyarakat, termasuk faktor ekonomi yang sering menjadi latar belakang seseorang melakukan pelanggaran. “Keamanan tidak akan hadir dengan sendirinya, melainkan harus kita ciptakan melalui kerja nyata. Para Kasat Intel harus mampu membaca situasi wilayah dan menjalin kerja sama dengan stakeholder,” tuturnya. Menutup arahannya, Irjen Pol Adi Deriyan juga menyampaikan apresiasi dan semangat. “Kita harus bangga sebagai Bhayangkara Negara. Laksanakan tugas dengan ikhlas, karena setiap tetes keringat dan langkah kita bernilai nilai ibadah demi nusa dan bangsa. Setiap pelaksanaan tugas rekan-rekan, adalah tanggung jawab saya sebagai Kapolda, jadi jangan ragu selama dijalan yang benar,” pungkas Kapolda. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Kapolda Sulbar Pimpin Pelatihan Pra Operasi Sikat Marano…

Promosikan Potensi Alam, Kapolda Sulbar Bareng PJU Jelajahi Keindahan Air Terjun Tamasapi Polda Sulbar – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, bersama Pejabat Utama (PJU) Mapolda Sulbar melakukan kegiatan ekspedisi dan peninjauan destinasi wisata alam. Rombongan Kapolda menelusuri keindahan Air Terjun Tamasapi yang terletak di kawasan Kali Mamuju, Sabtu (18/4/26). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mengisi waktu akhir pekan (weekend) sekaligus melakukan eksplorasi potensi daerah. Tampak akrab dan santai, Kapolda beserta jajaran menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor menuju lokasi, menikmati suasana alam dan keasrian lingkungan sekitar. Lokasi Air Terjun Tamasapi menawarkan pemandangan yang memukau dengan aliran air yang jernih serta suasana alam yang masih sangat asri dan alami. Kehadiran pimpinan tertinggi di lingkungan Polda Sulbar ini menjadi bukti perhatian besar terhadap kekayaan alam yang dimiliki daerah. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Irjen Pol Adi Deriyan menegaskan bahwa Sulawesi Barat memiliki anugerah alam yang luar biasa. Berbagai destinasi wisata yang tersebar dinilai memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan daerah lain. “Destinasi wisata alam di Sulbar ini punya potensi yang sangat besar dan luar biasa. Keindahannya harus kita kenalkan lebih luas lagi, bahkan sampai ke kancah nasional maupun internasional,” tutur Kapolda. Menurutnya, pengembangan pariwisata bukan hanya soal keindahan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan roda ekonomi masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, maka akan semakin terbuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga sekitar. “Kita ingin tempat-tempat indah seperti ini dikenal banyak orang. Ketika pengunjung datang, otomatis akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tambahnya. Kegiatan ini juga menjadi momen keakraban sekaligus bentuk dukungan nyata kepolisian dalam mempromosikan Sulbar sebagai salah satu tujuan wisata menarik di Pulau Sulawesi. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Promosikan Potensi Alam, Kapolda Sulbar Bareng PJU Jelajahi…

Kapolda Sulbar Terima Kunjungan KBPP, Bahas Potensi Bisnis dan Pengembangan Organisasi Polda Sulbar – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Ikatan Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP) Wilayah Sulawesi Barat, Jumat (17/4/26) di ruang senda Mapolda. Pertemuan ini juga menjadi wadah komunikasi sekaligus membahas rencana kegiatan serta upaya pengembangan organisasi ke depannya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua KBPP Sulbar menyampaikan bahwa kedatangan mereka selain untuk mempererat tali persaudaraan, juga dalam rangka menyampaikan undangan resmi. “Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus mengundang Bapak Kapolda pada kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) yang kami selenggarakan setiap lima tahun sekali,” tutur Ketua KBPP. Ia menjelaskan, kegiatan Musda direncanakan akan digelar pada tanggal 25 April 2026. Acara ini bertujuan untuk memilih Ketua KBPP periode baru dan diharapkan akan dihadiri oleh tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). “Kami juga memohon dukungan agar dapat dikoordinasikan kepada para anggota, sehingga kehadiran mereka dalam acara tersebut dapat maksimal. Saat ini, jumlah anggota KBPP di Kabupaten Mamuju saja tercatat sekitar 300 orang,” tambahnya. Menanggapi hal tersebut, Kapolda memberikan apresiasi atas keaktifan organisasi dan memberikan sejumlah masukan strategis. Terkait jumlah anggota yang saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan, Irjen Pol Adi Deriyan menyoroti pentingnya aspek kesejahteraan dan manfaat organisasi. “Untuk merangkul lebih banyak putra-putri Polri bergabung, salah satu daya tarik utamanya adalah aspek kesejahteraan. Jika organisasi ini bisa memberikan manfaat nyata, saya yakin anggotanya tidak hanya 300, tapi bisa mencapai ribuan,” tegas Kapolda. Lebih jauh, Kapolda menilai Sulawesi Barat memiliki potensi ekonomi dan sumber daya alam yang sangat besar, terutama dari sisi mineral. Menurutnya, peluang bisnis di daerah ini sangat terbuka lebar. “Sulbar adalah daerah yang sangat kaya. Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, perkembangannya akan sangat signifikan. Selama 8 bulan saya menjabat, kami bahkan telah menjajaki kerja sama hingga mendatangkan pihak dari Rusia untuk melihat potensi di sini,” ungkapnya. Oleh karena itu, Kapolda menyarankan agar KBPP dapat memanfaatkan peluang tersebut. “Dalam sebuah organisasi, jika anggota tidak merasakan keuntungan atau manfaat, lama-kelamaan mereka akan jenuh. Maka, mari hadirkan nilai tambah dan peluang usaha yang nyata bagi anggota,” pesannya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Kapolda juga menyinggung sejumlah isu penting. Ia menyambut baik undangan Musda dan berharap dapat hadir jika tidak ada halangan. Kapolda juga menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas institusi. Ia menuturkan bahwa selama memimpin, setiap anggota yang terbukti terlibat pelanggaran serius seperti narkoba dan kasus asusila pasti akan diproses hukum. “Memecat anggota bukanlah prestasi, melainkan sebuah evaluasi dan kegagalan kita sebagai pimpinan. Namun, aturan tetap harus ditegakkan. Saya juga pastikan tidak ada perlakuan istimewa, semuanya diperlakukan adil,” tegasnya. Terkait penerimaan anggota Polri yang sedang berlangsung, Kapolda kembali menegaskan prinsip “Masuk Polri Itu Gratis”. Ia mengimbau agar tidak percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, karena seluruh proses dilakukan secara terbuka dan sistem merit. Terakhir, Kapolda juga menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat, termasuk KBPP memberikan dukungan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Humas Polda Sulbar
Uncategorized

Kapolda Sulbar Terima Kunjungan KBPP, Bahas Potensi Bisnis…