MAMUJU, RelasiPublik.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju melayangkan somasi keras kepada Perum Bulog menyusul lonjakan drastis harga beras yang dinilai mencekik masyarakat.
Harga beras ukuran 25 kilogram saat ini disebut telah menembus angka Rp410.000, membuat rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Ketua HMI Mamuju, Dahril, mendesak Bulog untuk segera menstabilkan harga beras melalui pendistribusian kembali beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.
“Sangat aneh, katanya Bulog mendukung swasembada pangan 40 ribu ton, tapi harga beras justru melonjak tinggi. Aneh lagi, beras SPHP tidak diedarkan,” tegas Dahril dalam keterangannya, Minggu (6/7)
Menurutnya, klaim Bulog soal swasembada pangan hanyalah pencitraan semata, karena kenyataannya masyarakat di lapangan semakin kesulitan untuk membeli bahan pangan pokok.
“Jangan hanya tampilkan pencitraan swasembada pangan. Nyatanya, rakyat sengsara bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar saja sangat susah,” ujarnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat disebut terpaksa membeli beras dalam kemasan kecil (5 kg) karena harga beras ukuran besar tak lagi terjangkau.
Atas kondisi ini, HMI Mamuju menuntut Bulog segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab penuh terhadap krisis beras yang tengah terjadi.
(*)













